Kapasitas rumah sakit masih mencukupi. Terdapat lima ratus tempat tidur.
"Untuk rawat jalan tidak setiap bulan harus kontrol. Kalau pasien kronis, keluarga bisa mengambil obat," jelas Direktur Utama RSJ Prof Dr Soerojo Kota Magelang dr Eniarti MSc SpKJ MMR saat ditemui di kantornya Kamis (1/7).
Menurutnya, untuk sementara waktu pihaknya tidak memperkenankan menggunakan layanan antar. Jika diterapkan, dikhawatirkan layanan ini disalahgunakan.
Menurut Erniarti, pasien rawat inap tetap dilayani seperti biasa. Namun, selama masa pandemi Covid-19 terdapat penurunan cukup signifikan. "Di rumah sakit ini yang dirawat sekitar 30 sampai 35 persen dari total kapasitas. Mungkin orang kalau tidak berat banget, jadi enggan ke rumah sakit," paparnya.
Selama pandemi Covid-19 ditemui beberapa kendala. Salah satunya kesulitan mobilitas. "Mereka kesulitan memulangkan. Di daerahnya tidak bisa keluar-masuk. Kesulitan transportasi. Kesulitan keuangan juga," jelasnya.
Pasien yang memungkinkan dipulangkan akan diantarkan sampai rumah. Syaratnya adalah harus dipastikan warga sekitar tidak menolak pasien tersebut. "Belum ada. Tapi, kita antisipasi," ujarnya.
Dari lima ratus tempat tidur, 45 di antaranya digunakan untuk isolasi pasien Covid-19. Rumah sakit menyediakan jalur khusus yang terpisah dengan pasien lain. Disediakan pula instalasi gawat darurat (IGD) di mana dokter menghampiri pasien demi meminimalisasi risiko penyebaran virus tersebut.
Sekalipun sempat ada lonjakan jumlah pasien Covid-19, Erniati mengaku pihaknya mampu menangani dengan baik tanpa mengesampingkan pasien lain. "Kami diberikan SK (surat keputusan) oleh Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) sebagai lini kedua. Kami sudah merawat hampir dua ratus PDP (pasien dalam pengawasan," jelasnya.
Ada PDP yang mengalami gangguan jiwa. "Di antaranya ada yang positif. Ada juga pasien Covid-19 dengan gangguan jiwa," jelasnya. (asa/amd)
Editor : Editor Content