Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Terkonfirmasi Covid-19

Editor Content • Rabu, 18 Maret 2020 | 19:21 WIB
KOORDINASI: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di dampingi Wakil Wali Kota Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, Kepala Dinkes dr Sri Harso, Plt Direktur RSUD Tidar Setpi Milna Soelistyani saat video conference dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pra
KOORDINASI: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di dampingi Wakil Wali Kota Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, Kepala Dinkes dr Sri Harso, Plt Direktur RSUD Tidar Setpi Milna Soelistyani saat video conference dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pra
RADAR JOGJA - Virus korona menyerang Kota Magelang. Satu pasien dinyatakan positif terkonfirmasi virus yang juga dikenal sebagai Covid-19 itu.

Satu orang tersebut merupakan bagian dari lima orang yang sebelumnya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Padahal, sampai Sabtu (14/3) lalu, sudah ada tiga pasien yang masuk PDP dan satu di antaranya positif. Sedangkan Selasa (17/3) bertambah dua pasien lagi.

Dua pasien yang masuk ke RSUD Tidar itu masing-masing berasal dari Semarang dan Temanggung. Mereka diwarat sejak Minggu (15/3).

Sejauh ini Pemkot Magelang belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) meski ada satu PDP yang sudah dinyatakan positif. Hal itu karena PDP tersebut bukan warga Kota Magelang. PDP itu merupakan warga Kabupaten Magelang

"(PDP) bukan warga Kota Magelang, tapi Kabupaten Magelang, sehingga Pemkot Magelang tidak KLB," jelas Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito usai menggelar video conference dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Command Center Kota Magelang Selasa (17/3). Kegiatan ini diikuti Wakil Wali Kota Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, Kepala Dinkes dr Sri Harso, dan Plt Direktur RSUD Tidar Setpi Milna Soelistyani.

Sigit menyampaikan, seluruh tenaga medis di RSUD Tidar maupun rumah sakit lainnya selalu meningkatkan kewaspadaan ketika menerima pasien. Langkah ini untuk mencegah agar para tenaga medis tidak ikut terpapar.

"Ketika dokter dan paramedis, kalau menerima pasien sekarang harus ekstrahati-hati. Kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit sekitar, antara lain RSJ Prof Dr Soerojo, RST dr Soedjono, dan rumah sakit lainnya di wilayah Kedu," ungkapnya.

Saat video conference dengan Ganjar, Sigit mengemukakan saat ini hal yang dibutuhkan para tenaga medis adalah alat pelindung diri (APD). Mereka merupakan garda terdepan menangani para pasien. Sigit meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait pengadaan APD.

Sejauh ini Pemkot Magelang telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menekan pandemi Covid-19 sesuai instruksi pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng. Langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain meliburkan kegiatan belajar mengajar dari PAUD, TK, SD, hingga SMP selama dua pekan sejak 16 Maret.

Selain itu, di bidang olahraga dan pariwisata, pemkot menunda kegiatan car free day (CFD) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Sejumlah perlombaan, agenda rapat, kunjungan kerja, dan sebagainya juga ditunda. "Termasuk kunjungan pasien ke RSUD Tidar juga sudah ditiadakan untuk sementara ini," jelasnya. (asa/amd) Editor : Editor Content
#Magelang #APD #Covid-19