Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Sehat, 29 Masih ODP

Editor Content • Rabu, 18 Maret 2020 | 18:48 WIB
PRODUKSI: Harga kedelai yang sejak awal pandemi terus naik membuat perajin tahu memutar otak agar produksinya tetap jalan. Bahkan, beberapa pabrik tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo berhenti produksi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
PRODUKSI: Harga kedelai yang sejak awal pandemi terus naik membuat perajin tahu memutar otak agar produksinya tetap jalan. Bahkan, beberapa pabrik tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo berhenti produksi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Pemkab Purworejo siap menangani pandemi virus korona (Covid-19). Dokter dan perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tjitrowardojo Purworejo disiapkan untuk melakukan penanganan.

Penanganan terhadap 34 orang dalam pemantauan (ODP) di Purworejo terus dilakukan. Hingga Selasa (17/3), tercatat ada lima orang yang sudah dinyatakan sehat atau tidak berstatus ODP lagi. Sedangkan 29 orang lainnya masih berstatus ODP.

Hingga kini belum ada warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Belum ada pula warga yang bertstus suspect maupun positif korona.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengimbau masyarakat tidak mengucilkan ODP. Sebab, mereka belum tentu terinfeksi virus korona.

Bupati menyatakan, telah melakukan teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemarin pagi. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan kesiapan dan berbagai langkah yang dilakukan untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

"Tadi (kemarin) kami sampaikan, kalau Purworejo sudah menyiapkan anggaran Rp 1,1 miliar untuk penanganan Covid-19 ini," tutur Bupati usai melakukan pengecekan terhadap ruang isolasi dan fasilitas di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo Selasa (17/3). Turut mendampingi Direktur RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo drg Gustanul Arifin.

Bupati mengaku ingin melihat dari dekat kesiapan RSUD dr Tjitrowardojo dalam menghadapi pendemi korona. Usai pengecekan, dia menilai persiapan yang dilakukan sudah cukup baik.

"Semua komponen di rumah sakit ini sudah siap. Kita tentunya berharap tidak terjadi pasien yang positif menderita virus corona," kata Bupati.

Bupati berharap masyarakat tidak panik menghadapi virus korona ini. Sebab, Pemkab Purworejo telah menyiapkan disinfektan untuk sterilisasi pasar, tempat-tempat ibadah, maupun tempat-tempat umum lainnya.

Di sisi lain, Bupati mengakui pandemi korona berdampak terhadap sektor ekonomi. "Kami juga berusaha menjaga stabilitas pengadaan kebutuhan bahan pokok masyarakat," imbuh Bupati.

Terkait pasien Covid-19, Bupati menyatakan pemkab siap menanggung biaya pengobatannya jika betul-betul terinfeksi virus korona ini. Bahkan, menanggung biaya bagi pasien yang tidak tercakup layanan BPJS.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo drg Gustanul Arifin menyatakan, langkah-langkah penanganan sudah disiapkan. Bahkan, langkah-langkah tersebut sudah disimulasikan.

"Persiapan kami, sudah disiapkan sejak sebulan lalu dengan penyiapan APD (alat pelindung diri), obat, dan semua kelengkapannya," jelasnya.

Menurut Gustanul, ada enam ruang isolasi yang disiapkan. Pihaknya juga telah menyiapkan ruang tambahan jika diperlukan sesuai situasi yang ada.

"Kita semua berharap, tidak ada yang sampai positif korona di Purworejo ini. Meski demikian, kami akan tetap siapkan ruang jika dibutuhkan," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gustanul menyampaikan pihaknya menerapkan kebijakan meniadakan kunjungan besuk bagi pasien. Kebijakan ini diberlakukan bagi pasien yang dirawat selama 12 hari. (udi/amd) Editor : Editor Content
#ODP #Covid-19 #Purworejo