Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mantyasih, Cinta Kasih Yang Sempurna

Editor Content • Sabtu, 1 Februari 2020 | 16:47 WIB
BUKTI SEJARAH: Prasasti Mantyasih terbuat dari lempengan tembaga. ( AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA )
BUKTI SEJARAH: Prasasti Mantyasih terbuat dari lempengan tembaga. ( AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA - Prasasti Poh terdiri atas dua lempengan [lembar] tembaga, berukuran panjang 50 cm, dan lebar 20,5 cm. Tergali di Desa Plembon, Randusari, Gondangwinangun, Klaten. Prasasti ini semula disimpan oleh Pangeran Hario Hadiwidjojo di Surakarta. Prasasti ini juga disebut prasasti Randusari I.

Transkripsi dan terjemahan selengkapnya di kerjakan oleh Dr W F Stutterheim dalam Inscripties van Nederlandsch Indie, aflevering I (Kon. Bat. Genootschap van Kunsten en Wetenscappen, Batavia 1940), dengan judul Oorkonde van Balitung uit 905 A. D. (Randoesari).

Jika Prasasti Poh berupa ukiran batu, Prasasti Mantyasih yang berupa tembaga. Tembaga Mantyasih terdiri atas dua lempengan tembaga berukuran panjang 49,3 cm dan lebar 22,2 cm. Dalam sejarah terkenal pula bernama tembaga Kedu. Transkripsi dan terjemahan serta uraian lengkap pernah ditulis oleh W F Stutterheim, seorang sarjana Belanda dalam karangannya berjudul Een belangrijke Oorkonde uit de Kedoe (dalam TBG, thn. 1927, hlm. 172-215).

Selain tembaga Mantyasih I juga pernah ditemukan prasasti batu yang disebut dengan Mantyasih II (dari Jawa Timur) dan juga selembar tembaga bertulis yang disebut Mantyasih III. Prasasti Mantyasih III berasal dari seorang penduduk desa Ngadirejo (Kedu) bernama Li Djok Ban dan sekarang tersimpan di Museum Jakarta. Prasasti Mantyasih I, II, dan III semuanya berasal dari raja Balitung (tahun 907 M).

Mantyasih diduga berasal dari kata Manti (panti, sangat, penuh) dan sih (cinta, kasih). Dengan demikian nama Mantyasih dapat diartikan cinta kasih yang sempurna, penuh. Bisa juga diartikan pengabdian dalam cinta kasih, atau dalam segalanya cinta kasih. (asa/din) Editor : Editor Content
#Magelang #Prasasti Mantyasih