Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semoga Angka Kekerasan Terus Menurun

Editor Content • Sabtu, 25 Januari 2020 | 16:10 WIB
DOLANAN: Anak-anak saat bermain di arena bermain yang ada di kompleks Alun-Alun Kota Magelang. (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
DOLANAN: Anak-anak saat bermain di arena bermain yang ada di kompleks Alun-Alun Kota Magelang. (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kota Magelang kembali dinobatkan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Penobatan kali ini merupakan penobatan kelima. Piala KLA 2019 diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Predikat Kota Layak Anak (KLA) kembali disandang Kota Magelang. Prestasi ini membuat Pemkot Magelang mengemban amanah untuk lebih serius menangani anak.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menuturkan, prestasi ini bisa kembali diraih berkat kerja sama semua komponen. Termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi masyarakat, forum anak, dan berbagai unsur pendukung lain.

Windarti berharap keberhasilan meraih predikat KLA tidak berhenti sampai di sini. "Kota Magelang layak mendapatkan penghargaan karena memiliki sarana prasarana serta dukungan pemkot yang maksimal. Saya harap ke depan naik kategori utama, kurang sedikit lagi, harus dipacu lagi," jelasnya.

Kota Magelang memiliki berbagai jaringan yang terkait dengan anak. Itu mulai Gugus Tugas, Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), Pola Asuh Anak dan Remaja (PAR) yang dimotori PKK, dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).

"Yang jelas, ukurannya (meraih penghargaan KLA) karena angka kekerasan anak di Kota Magelang menurun setiap tahun. Tahun 2018 ada 11 kasus, tahun 2019 6 kasus. Semoga terus turun," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih.
Menurutnya, untuk meraih prestasi ini melewati jalan berliku. Kota Magelang harus menggeser tiga kota besar lainnya yakni Surabaya (Jawa Timur), Surakarta (Jawa Tengah), dan Denpasar (Bali).

Dikatakan, keberhasilan meraih penghargaan bergengsi KLA ini merupakan tanggung jawab besar. Kota Magelang harus mampu melindungi dan memenuhi 24 hak anak. "Tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat," jelasnya.

Pemkot Magelang memiliki peraturan daerah (perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Pemkot juga memberikan dukungan anggaran untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan dan perlindungan anak. Selain itu, pemkot juga menyediakan segala fasilitas publik yang ramah anak. Termasuk sarana bermain anak.

Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengutarakan, ada 247 kabupaten/kota di Indonesia yang meraih penghargaan KLA. Mulai kategori pratama, madya, nindya, utama, hingga Kota Layak Anak.
Dia menyebut ada peningkatan sekitar 40 persen dari 2018 yakni sebanyak 177 kabupaten/kota. "Program kami, pemberdayaan perempuan. 24 indikator harus diimplementasikan kepala daerah, mulai gubernur dan wali kota," ungkapnya.

Untuk mendapatkan predikat KLA harus melewati penilaian komprehensif yang dibantu tim independen dan mengedepankan revolusi industri 4.0. Proses penilaian menggunakan aplikasi berbasis website. Pada kesempatan itu, Yohana memberikan apresiasi kepada pihak yang telah membantu mencapai tujuan Indonesia Layak Anak 2030. (asa/amd) Editor : Editor Content
#Pemkot Magelang #Kota Layak Anak