Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Taman Bunga Asmara Jadi Idola

Editor Content • Senin, 20 Januari 2020 | 15:30 WIB
PESONA: Dua remaja memperhatikan hasil bidikan foto di handphone usai berfoto dengan latar belakang miniatur kuil Jepang di Taman Bunga Asmara 2 di Desa Jetis, Kecamatan Loano, Purworejo, kemarin (19/1). ( BUDI AGUNG/RADAR JOGJA )
PESONA: Dua remaja memperhatikan hasil bidikan foto di handphone usai berfoto dengan latar belakang miniatur kuil Jepang di Taman Bunga Asmara 2 di Desa Jetis, Kecamatan Loano, Purworejo, kemarin (19/1). ( BUDI AGUNG/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA - Ikon-ikon wisata dunia seperti Menara Eifell di Prancis, kincir angin di Belanda, kuil di Jepang, hingga pagoda di Thailand ditampilkan di persawahan Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Destinasi wisata itu diberi nama Taman Bunga Asmara 2.

Di lokasi ini banyak ditanam bunga. Aneka warna.

Lokasi tersebut menjadi ”idola” untuk dijadikan objek foto oleh wisatawan. Mereka berusaha mengabdikan suasana elok tersebut dengan mengambil gambar.

Persawahan yang terletak di sisi utara SMA Negeri 5 Purworejo itu digarap sejak pertengahan Desember 2019 lalu. Lokasi itu mampu menjadi magnet pariwisata baru di Purworejo. Terlebih, letaknya dengan pusat kota Purworejo yang hanya berjarak sekitar enam kilometer sehingga mudah dijangkau.

Destinasi wisata ini tidak dikelola pemerintah desa atau pemerintah kabupaten. Usaha wisata itu dikelola mandiri oleh Saman, warga Kecamatan Ngombol.

Dia menyatakan, Desa Jetis menjadi lokasi Taman Asmara 2 karena persawahan di tempat tersebut mudah mendaat suplai air. Saat musim kemarau pun diyakini tidak bermasalah dalam penyiaraman.

Saman mengakui, Taman Asmara 2 memang menjadi tempat wisata kedua yang dikelolanya. Taman pertama ada di Kabupaten Kebumen. Adapun lahan yang digunakan merupakan milik warga setempat yang disewanya.

"Saya menyewa untuk jangka waktu dua tahun. Besar kemungkinan waktunya akan kami perpanjang," tutur Saman.

Dalam mengelola Taman Bunga Asmara 2, Saman dibantu masyarakat setempat. Setidaknya, banyak pedagang yang memanfaatkan keberadaan tempat tersebut untuk berjualan.

"Kalau berjualan di dalam, ada sistem bagi hasil. Tapi, untuk parkir saya serahkan kepada pemilik lahan (yang digunakan untuk parkir). Saya tidak mengambil dari itu," imbuh Saman.

Untuk pengolahan dan perawatan bunga, dia juga meminta bantuan masyarakat Desa Jetis. Dia senang usahanya bisa berkembang dan bisa melibatkan banyak masyarakat. "Ya, saling menguntungkan," kata Saman.

Yose, pengunjung dari Desa Trirejo, Kecamatan Loano, mengaku baru mengunjungi tempat tersebut Minggu (19/1). Dia tidak mengira di desa yang berdekatan dengan tempatnya tinggal tersebut ada taman bunga yang menarik.

"Di media sosial, Taman Asmara ini sudah ramai. Saya, bahkan, ditegur oleh teman-teman saya dan menanyakan tempat ini. Daripada bengong, saya datang untuk bisa menceritakan ke teman-teman," kata Yose.

Meski terlihat sederhana, menurutnya, tempat tersebut memberikan banyak spot foto menarik. Hampir setiap sudut lahan seluas sekitar 800 meter persegi itu bisa dijadikan objek bidikan foto menggunakan kamera handphone.

Aris Purnomo Aji, remaja dari Kutoarjo, Purworejo, mengaku menyempatkan waktu untuk berkunjung. Dia mengaku penasaran dengan tempat wisata tersebut. "Pas dan cocok. Memang amat panas tapi untuk foto-foto sangat menarik karena terang," katanya. (udi/amd)

  Editor : Editor Content
#Magelang #Taman Asmara 2