Dia akan berupaya mengajukan anggaran untuk pembangunan taman ini. ”Taman kelinci saya setuju. Di sebelah Taman Senopati. Kalau ada space sedikit jadi indah. Bisa edukasi anak-anak mencintai hewan. Saya nanti ajukan saat (APBD) perubahan besok atau 2021,” jelasnya saat dihubungi Selasa (3/12).
Kasi Peternakan Disperpa Kota Magelang Sugiyanto menjelaskan, saat ini berbagai komunitas kelinci tumbuh di Kota Magelang. Hal ini tidak lepas dari potensi kelinci yang cukup besar. Selain itu, beternak kelinci membutuhkan ruang yang tidak begitu besar. Sangat cocok dilakukan oleh masyarakat perkotaan.
”Umur enam bulan sudah bisa diternak. Jumlah anak 12-14 ekor. Satu tahun bisa enam kali produksi. Selain itu, untuk pakan ada pabrikan, ada tradisional. Untuk sementara ini banyak pakai pakan pabrikan karena pertumbuhan bisa lebih cepat,” jelasnya.
Disperpa juga mengupayakan berbagai pelatihan membuat pakan yang murah dan mudah. ”Salah satunya kemarin kita mengundang dari Undip. Bahannya dari jagung, bekatul, dan tepung ikan,” jelasnya.
Selain itu, daging kelinci dapat diolah menjadi berbagai produk seperti abon, sate, dan sosis. Harga daging antara Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu. ”Itu rata-rata untuk berbagai jenis. Mulai dari New Zealand, Flemish Giant, dan Rex,” jelasnya. (asa/amd) Editor : Editor Content