Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hanya Anggap sebagai Aksi Caper

Editor News • Jumat, 5 Juli 2019 | 15:29 WIB
DI SINI: Petugas keamanan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang menunjukkan pintu garasi yang terkena bom molotov. ( (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
DI SINI: Petugas keamanan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang menunjukkan pintu garasi yang terkena bom molotov. ( (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
MAGELANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel maupun Ketua DPRD Magelang Kota Budi Prayitno kompak satu suara. Mereka menganggap bahwa aksi pelemparan bom molotov di kantor Unit Laka Satlantas Polres Magelang Kota dan rumah dinas ketua DPRD Magelang Kota bukan teror.

Sebaliknya, mereka justru hanya menganggap sebagai upaya untuk mencari perhatian (caper). Meski, dua aksi itu terjadi hampir bersamaan. Yakni, sekitar pukul 22.30 Rabu malam (3/7). Keduanya berdalih aksi tersebut tidak menimbulkan ketakutan dan keresahan masyarakat.

”Nggak sampai teror,” ucap Kapolda saat bakti sosial peringatan HUT Ke-73 Bhayangkara di Lapangan Dlimas, Tegalrejo, Magelang Kamis (4/7).

Kapolda juga enggan berspekulasi ketika disinggung apakah aksi itu bersinggungan dengan pemilu. Yang pasti, Kapolda menegaskan, institusinya menaruh perhatian serius. Meski, aksi itu tidak menimbulkan kerusakan.

”Memang ada yang ingin cari perhatian. Jadi, kalau ada yang mengganggu ketertiban masyarakat, kami akan tindak,” tegasnya.

Aksi ini sangat rapi dan singkat. Pelaku langsung bergegas pergi usai melemparkan bom bolotov ke rumah dinas ketua DPRD Magelang Kota. Bahkan, petugas keamanan rumah dinas yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 55 itu tidak mencium gelagat mencurigakan sebelumnya.

Saat kejadian, Budi Prayitno sedang berada di Bandung. Mengikuti kunjungan kerja.

”Pakai molotov mungkin ingin populer. Mungkin mau bikin teror dan takut,” ucap Budi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Karena itu, Budi mengimbau masyarakat tak perlu panik. Toh, situasi di wilayah Magelang Kota kondusif. Pun usai hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

”Semua baik-baik saja. Arahnya (pelaku) juga nggak tahu persis,” dalih Budi ketika disinggung apakah memiliki musuh personal.

Dari pantauan, pelemparan bom molotov di rumah dinas ketua DPRD tidak menimbulkan kerusakan. Bom molotov itu hanya menyisakan celaga di sebagian tembok dan pintu garasi.

”Langsung spontan mengambil selang air untuk memadamkan api,” kata Diki Bahtiar, petugas keamanan rumah dinas ketua DPRD.

Kondisi kantor Unit Laka Satlantas Polres Magelang Kota juga hampir serupa. Bom molotov yang dilempar ke arah halaman belakang kantor atau bagian penyimpanan barang bukti hanya menyisakan bekas gosong dan pecahan kaca. Tidak menyebabkan kerusakan apa pun.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, hingga sekarang aksi pelemparan itu masih dalam penyelidikan. (cr10/zam/rg) Editor : Editor News
#teror bom molotov #aksi caper