Kemenpar memprediksi pada 2020 sektor pariwisata sebagai leading sector akan menempati peringkat pertama penyumbang devisa negara terbesar. Mewujudkan peluang itu, Kemenpar gencar memberikan pelatihan dasar peningkatan SDM kepariwisataan untuk mahasiswa maupun masyarakat.
Kasi Bidang Pengembangan SDM Aparatur Kemenpar Pairan mengatakan, pariwisata masuk dalam salah satu sektor prioritas nasional. Sektor ini menempati peringkat dua penyumbang devisa negara terbesar.
“Sekor pariwisata masih kalah dengan sawit, minyak dan sumber daya alam lain sebagai penyumbang devisa negara terbesar. Suatu saat hasil bumi itu bisa habis. Pariwisata bisa menjadi salah satu pengganti sektor tersebut,” jelasnya
Mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata. “SDM berkualitas mampu menyokong pertumbuhan ekonomi, mahasiswa bisa menjadi agen untuk mempromosikan dan mengembangkan destinasi wilayah di daerah sekitar,” ujar Pairan.
Fransiskus Handoko, Widyaiswara Kemenpar memberikan materi dalam kegiatan ini. Menurut Handoko, Indonesia memiliki keunggulan dalam industri kreatif, sedangkan keunggulan tersebut lekat dengan sektor pariwisata. “Diprediksi 1,6 miliar orang melakukan perjalanan wisata kita harus bisa memanfaatkan momentum itu,” katanya.
Handoko menilai, perkembangan sektor pariwisata masih terkendala beberapa faktor. Sebabnya adalah kesiapan dari destinasi atau tujuan wisata, sumber daya manusia yang belum mumpuni dan kurangnya kesadaran kepariwisataan. (cr16/laz/fj) Editor : Editor News