Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puasa, Ajak Menahan Diri dalam Bermedsos

Editor News • Senin, 6 Mei 2019 | 22:13 WIB
CEPAT DARI TARGET: Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir saat memberikan sambutan pada peresmian Masjid Manalul Ilmi di  Kampus 2 UM Magelang. (FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA)
CEPAT DARI TARGET: Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir saat memberikan sambutan pada peresmian Masjid Manalul Ilmi di Kampus 2 UM Magelang. (FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA)
MUNGKID - Media sosial (medsos) menjadi salah satu catatan penting untuk menjadikan puasa kita lebih bermakna dan bisa meraih kesucian kembali saat Idul Fitri. Oleh karena itu, PP Muhammadiyah mengimbau elemen masyarakat lebih menahan diri di bulan suci Ramadan. Terutama agar bisa berpuasa di medsos dari hal-hal buruk.

“Dalam menghadapi media sosial yang keras penuh dengan perseteruan, maka lewat puasa saya mengimbau menjadikan media sosial menjadi media yang edukatif. Media berilmu, tempat kita bertukar informasi. Berukuwah. Juga membangun kita menjadi generasi taqwa,”   kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Minggu (5/5).

Haedar menyatakan hal itu saat  meresmikan Masjid Manalul Ilmi di Kompleks Kampus 2 Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Menurutnya, berita dan informasi di medsos saat ini juga cenderung provokatif dan mengarah ke dalam konflik horizontal maupun vertikal. Bahkan anarkistis yang akan merugikan kehidupan bersama usai Pemilu 2019.

“Jangan jadikan medsos menjadi tempat untuk saling menumpahkan marah, kebencian, perseteruan, dan berbagai ujaran yang membuat kita retak sebagai bangsa tidak produktif. Bahkan mungkin membuat kehidupan menjadi sumpek,” tuturnya.

Ia juga mengajak agar umat muslim berniat menjalankan puasa, sesuai ajaran Alquran dan Rasullulah. Yakni bertujuan untuk menambah ketaqwaan. “Jadi medsos harus ikut berpuasa. Supaya tidak menjadi arena hal-hal yang buruk,” ujarnya.

Masjid yang diresmikan proses pengerjaannya selama 1,5 tahun. Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Haedar Nashir. Hadir Penjabat Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto. Dia berharap keberadaan masjid baru Manalul Ilmi UM Magelang dapat menjadi sarana membangun peradaban Islam sebagai ikhtiar memajukan bangsa.

Dijelaskan Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo, pihaknya sangat bersyukur memiliki masjid tiga lantai yang proses pengerjaan ditargetkan dua tahun, justru dapat selesai dalam waktu 1,5 tahun. Sehingga pada Ramadan ini masjid sudah dapat digunakan sebagai pusat kegiatan pembinaan keagamaan dan pencerahan. (dem/laz/zl) Editor : Editor News
#PP Muhammadiyah #Dr. Haedar Nashir #puasa medsos #ramadan