Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyandang Autisme Miliki Hak Sama

Magang • Selasa, 9 April 2019 | 17:23 WIB
HARAPAN: Dua warga memasang harapan atau motivasi di pohon impian sebagai bentuk kepedulian bagi penyandang autisme di Alun-Alun Purworejo. (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
HARAPAN: Dua warga memasang harapan atau motivasi di pohon impian sebagai bentuk kepedulian bagi penyandang autisme di Alun-Alun Purworejo. (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
PURWOREJO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himpasi) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggajak masyarakat peduli dengan penyandang autisme. Dilakukan di Alun-Alun Purworejo, mereka membagikan bunga serta stiker berisikan pesan kepedulian, Minggu (7/4).

Ketua Panitia kegiatan Desto Hanggoro Lukman mengungkapkan, selain berbagi stiker dan bunga, mahasiswa juga menyediakan acara menulis harapan di pohon impian, konsultasi psikologi, serta pentas musik. Pengunjung diminta menuliskan harapan atau motivasi bagi para penyandang autisme dan menggantungkannya di pohon impian.

“Pohon itu akan kami serahkan ke sekolah luar biasa yang telah kami tentukan,” kata Destokemarin Senin (8/4). Dikatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk peringatan Hari Autisme Sedunia dan diharapkan dari hal itu akan menggugah kepedulian masyarakat. Dukungan positif dan tidak memberikan olok-olok kepada penyandang autisme sudah menjadi hal yang luar biasa.

“Alhamdulillah kegiatan yang sudah kami gelar itu mendapat sambutan dari masyarakat. Mereka rela antre untuk mendapatkan giliran mengikuti konsultasi psikologi serta menuliskan harapan dan motivasi di pohon impian. Dalam kesempatan itu, kami menggalang dana dari pejalan kaki untuk disumbangkan kepada SLB,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, dalam peringatan itu mereka mengangkat tema achieve your dream and colour your world. Tema itu berisi harapan agar penderita autisme bisa mendapatkan hak-hak mereka seperti orang lain. Termasuk di dalamnya hak untuk mengakses teknologi, hak mendapatkan fasilitas yang sama, dan yang paling utama adalah hak untuk menjadi diri mereka sendiri dalam menggapai cita-citanya dan mewarnai dunia lanjutnya.

Ketua Program Studi Psikologi UMP Itsna Iftayani mengatakan, autisme merupakan gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Mereka menikmati rutinitas yang sama terus menerus dan sering melakukan tindakan yang berulang-ulang.

“Gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap penderita,” kata Itsna. Secara psikologis, menggunakan kata autis bagi penderita sebenarnya menjadi sebuah tekanan tersendiri. Dan sebaiknya masyarakat meminimalkan penggunakan kata itu saat berhadapan dengan penyandang. “Mereka berbeda, namun mereka juga berhak menggapai mimpi yang mereka punya dan mewarnai dunia,” tambahnya. (udi/laz/mg4) Editor : Magang
#peduli penyandang autisme #Himpasi #autisme