Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diusung ke Jalan Jadi Lebih Meriah

Magang • Jumat, 1 Maret 2019 | 17:27 WIB
DIKEMAS APIK: Pagelaran budaya dalam rangka Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo lebih meriah saat ditampilkan di Jalan Proklamasi depan Rumah Dinas Bupati (28/2). (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
DIKEMAS APIK: Pagelaran budaya dalam rangka Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo lebih meriah saat ditampilkan di Jalan Proklamasi depan Rumah Dinas Bupati (28/2). (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
PURWOREJO - Seremoni peringatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo ditandai dengan prosesi jumenengan Rabu malam (28/2). Jumenengan yang menjadi sajian utama menceritakan, upacara pengukuhan RAA Cokronegoro I sebagai Bupati Purworejo pertama menjadi agenda utama.

Dipusatkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati, jumenengan yang menyajikan Beksan Kidung Cakra dengan tujuh penari merupakan tarian yang ditampilkan khusus. Tari ini menjadi sebuah tembang tentang kehidupan manusia.

Melania Sinaring Putri yang menciptakan tari itu mengungkapkan, tari ini menggambarkan sebuah lingkaran hidupan yang akan terus berputar. Tidak selamanya sesorang akan berada di atas, namun kadang juga ada di bawah.
“Penari membawa senjata cakra saat menari yang dimaksudkan sebagai bentuk spirit naluriah manusia untuk memerangi keangkamurkaan dan memenangkan kebajikan,” kata Melania.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo mengungkapkan, peringatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo yang diadakan kali pertama ini memang dikonsep berbeda dibandingkan pengetan jumenengan yang diadakan di tahun sebelumnya.

Pihaknya menampung banyak aspirasi dari masyarakat dimana menghadapkan kemasan acaranya dibuat untuk masyarakat. Dari hal itu pihaknya mengubah konsep penampilan di halaman pendapa ke Jalan Proklamasi depan Rumah Dinas Bupati. “Ini pagelaran seni budaya. Kita ingin mengambarkan perjalanan Purworejo dari dulu sampai sekarang,” kata Agung.

Dikatakan, tarian yang disajikan di panggung utama Jalan Proklamasi diharapkan menjadi sebuah kegembiraan bersama bagi masyarakat. Karena itulah, sajian hiburan dibawa ke pinggir jalan dengan harapan bisa dinikmati seluruh warga.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti itu akan terus diadakan di Purworejo, utamanya saat peringatan hari jadi. Diharapkan nantinya penampilan budaya ini akan mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah.
“Kami akan terus mengembangkan sajian yang ada, sehingga kalender kebudayaan ini setiap tahunnya akan mengalami peningkatan,” tambahnya.

Bupati Agus Bastian memuji penampilan seniman yang terlibat dalam kegiatan itu. Seniman dalam pandangannya memiliki kemampuan untuk memadukan banyak jenis tarian dalam kemasan yang menarik. (udi/laz/mg2) Editor : Magang
#Pagelaran Budaya #Beksan Kidung Cakra