Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perluas Pasar, Ajak UKM Manfaatkan Kanal Digital

Editor News • Kamis, 27 April 2017 | 06:56 WIB
EDUKASI: Para narasumber yang mengisi seminar e-UKM di Jogjakarta selama dua hari.
EDUKASI: Para narasumber yang mengisi seminar e-UKM di Jogjakarta selama dua hari.

RADARJOGJA.CO.ID – Upaya memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) terus dilakukan. Salah satunya melalui acara Kenduri Nasional E-UKM yang digelar di Hotel Grand Tjokro Jogjakarta, Sabtu (26/4). E-UKM sendiri adalah sebutan bagi para UKM yang telah memanfaatkan kanal digital (marketplace, online store, social media) sebagai sarana promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif.

"Acara Kenduri Nasional ini diharapkan UKM dapat saling bertemu, baik dengan sesama UKM maupun dengan pihak-pihak pendukung seperti penyedia platform dan teknologi untuk mempercepat perkembangan UKM di Indonesia, sehingga UKM dapat memperoleh inspirasi, semangat, dan jaringan baru," kata Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesaia (idEA) Aulia E. Marinto di sela acara.

Marinto meneruskan, untuk mengembangkan dan memperkuat ekonomi digital, harus merangkul banyak pihak, terutama para pengusaha UKM di daerah.

"Pemerintah dan idEA bisa menjembatani hubungan baik tersebut dengan menyiapkan ekosistem yang mendukung kesiapan semua pihak, utamanya yang mendorong UKM agar mampu menjadi penguaha E-UKM yang siap dan memiliki komitmen, serta berkualitas," paparnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreafit (Bekraf) Hari Sungkari mengungkapkan, UKM di Indonesia masih memungkinkan dikembangkan. Alasannya, dari riset hasil kerja sama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Begraf), pada kisaran 2010-2015 diperoleh data bahwa nilai porudk industri kreatif meningkat rata-rata 10,14 persen per tahun. Jumlah itu menyumbang ekonomi nasional 7,66 persen. Diharapkan, pada tahun 2019, industri kreatif setidaknya akan menyerap tenaga kerja sekitar 17 juta orang dengan nilai ekspor sekitar 21,5 miliar dollar Amerika atau setara Rp 282 triliun lebih.

"Di sisi lain, menurut data BPS, jumlah UMKM sekitar 56,5 juta pada 2016. Sayangnya, data itu memasukkan pengusaha mikro seperti petani, nelayan, pedagang asongan, hingga usaha sektor lainnya masuk dalam kategori UMKM," papar Hari.

Hari melanjutkan, dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), diprediksikan perdagangan online atau e-dagang bakal mencapai 130 miliar dollar Amerika atay setara Rp 1.710 miliar pada 2020. "Ini sejalan dengan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) terungkap bahwa sekitar 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet dengan total penduduk Indonesaia sebanyak 256,2 juta orang," jelasnya.

Lewat Begraf, Hari mendorong pertumbuhan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi kreatif dan semua itu cita-cita bersama. "E-Commerce merupakan salah satu infrastruktur ekonomi kreatif yang diharapkan dapat melakukan akselerasi pertumbuhan penjualan produk-produk kreatif anak bangsa Indonesia. baik di pasar domestik maupun pasar global," katanya.

Acara tersebut digelar selama dua hari, Rabu (26/4) dan Kamis (27/4) dengan mengundang para pelaku usaha online berkumpul dan saling berbagi pengalaman. Di antaranya, pakar branding Subiakto Priosoedarsosno, mentor usaha Jaya Setiabudi, CEO Marketplace Riyeke Ustadiyanto, Atina, pemilik Vanila Hijab yang berjualan via instagram, pakar Google sales Edgart Hartono dan Robby Marolop, dan banyak lagi. Setelah acara Kenduri Nasional E-UKM ini, pada 9-11 Mei mendatang akan digelar Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE) di IESE, ICE BSD Tangerang.(hes) Editor : Editor News
#Begraf #Kenduri Nasional #bps #Kominfo #Badan Ekonomi Kreatif #Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesaia (idEA) Aulia E. Marinto #UMKM #Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreafit (Bekraf) Hari Sungkari #idEA #e-UKM