Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono mengatakan, penanganan jembatan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 1,7 miliar. "Penangananya sudah kami lakukan sejak November 2016 lalu dan sekarang sudah selesai," kata Boedi kemarin (8/2).
Menurutnya, perbaikan jembatan merupakan usulan dari masyarakat setempat yang kesulitan akses karena bencana, baik longsor maupun banjir. Adapun lokasi jembatan yang diperbaiki adalah di Desa Pogungkalangan (Kecamatan Bayan), Desa Donorati, Desa Sudimoro, Desa Sidomulyo (Kecamatan Purworejo) serta Desa Popongan (Kecamatan Banyuurip). "Ukuran jembatan berbeda-beda disesuaikan dengan lokasi penanganan," jelas Boedi.
Dijelaskan, BPBD Purworejo sebenarnya mengusulkan penanganan delapan jembatan. Hanya saja tiga jembatan yang lain, tidak disetujui BNPB. "Tiga jembatan yang tidak disetujui adalah di Dusun Caok Karangrejo Loano, Manisjangan Sidomulyo dan Cokroyasan Ngombol," tambahnya.
Ditolaknya penanganan jembatan karena dua jembatan berstatus milik pemerintah kabupaten, yakni Manisjangan dan Caok. Sementara Jembatan Cokroyasan tidak bisa diperbaiki namun harus dibangun baru.
Meski demikian, Boedi memastikan ketiga jembatan akan menjadi prioritas pemkab. Rencananya penganggarannya akan memanfaatkan mendahului anggaran. "Akan dikerjakan di tahun ini juga," jelas Boedi. (udi/laz/mg2) Editor : Editor News