"Patung Kuda (patung Oerip, Red) hampir tidak terlihat dari jalan. Tenggelam adanya pohon peneduh, eman-eman sekali," kata Susanto, 28, warga Desa Seren, Gebang, Purworejo.
Menurutnya, pemkab harus peduli dengan lokasi itu lebih dari sekadar merawat rutin seperti menyapu lokasi dan sebagainya. Akibat tertutupnya lokasi menjadikan orang yang lalu lalang tidak menyadari kalau mereka melewati kawasan patung salah satu tokoh nasional.
"Bolehlah kalau tempatnya menjadi sejuk. Tapi ya haruslah ditonjolkan patungnya. Kalau dari luar mirip areal perkebunan saja," tambah warga lain bernama Andi.
Warga lainnnya, Tejaningrum, 37, dengan alamat Perumahan Pepabri, Borokulon, Banyuurip, malah mempertanyakan rencana penempatan Museum Tosan Aji yang dipindahkan ke lokasi itu. Sempat santer terdengar adanya kepindahan museum dari Jalan Mayjen Sutoyo, Purworejo, namun sekarang tidak ada lagi.
"Memang baiknya di sekitar Patung Oerip ada semacam museum kecil, setidaknya menceritakan perjalanan sejarah dan ketokohan seorang Oerip Soemoharjo. Jadi tidak sekadar patung saja, tapi ada hal yang bisa disampaikan kepada masyarakat," tutur Teja.
Saat ini di sekitar patung terdapat sebuah rumah yang dimanfaatkan penjagaan. Pemkab seharusnya menambah satu lokal gedung lagi yang bisa digunakan sebagai museum atau tempat yang memuat mengenai sejarah para pahlawan dari Purworejo.
Sebagai catatan, Patung Jenderal Oerip Soemoharjo ini dibangun oleh Yayasan Titian Bakti Jenderal Oerip Soemoharjo. Patung ini diserahterimakan saat Hari Jadi Kabupaten Purworejo tahun 2002 lalu. (udi/dem) Editor : Editor News