Sukarno menyitir hasil survei Scientific American yang menyebutkan khasanah pengembangan ilmu di Indonesia hanya 0,012 % per tahun. Jauh di bawah Singapura 0,179 %. Apalagi dengan Amerika yang besarnya lebih dari 20 %.
"Budaya menulis yang masih belum berkembang baik di masyarakat dan perguruan tinggi, ditambah rendahnya kemampuan menulis hasil-hasil penelitian atau pengabdian masyarakat merupakan salah satu faktor penyebabnya," paparnya kemarin (2/2).
Guna meningkatkan budaya menulis dan publikasi karya ilmiah
FKIP Untidar menggelar workshop dan coaching clinic penulisan artikel jurnal internasional. Dengan menghadirkan Handoyo Puji Widodo, associate professor dari Shantou University, China sebagai narasumber. Acara yang digelar di Auditorium Untidar ini diwajibkan bagi seluruh dosen FKIP.
Dalam kesempatan itu Handoyo mengulas jurnal-jurnal karya dosen setempat. "Secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis jurnal internasional. Teori, metodologi, serta penyajian data dan tidak kalah penting komunikasi," jelas Handoyonya.
Dari situ terungkap bahwa teori yang digunakan para penulis Indonesia masih belum update. Selain itu, masih banyak penulis yang hanya merangkum, namun tidak menyajikan data.
"Kalau dosen kesulitan berbahasa Inggris bagaimana bisa membuat jurnal yang baik. Perlu latihan dan peningkatan kemampuan komunikasi," tuturnya.(ady/yog/mg2) Editor : Editor News