Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jauhi Hura-hura Tahun Baru, Lakukan Subuh Berjamaah

Editor News • Minggu, 1 Januari 2017 | 02:49 WIB
BERTEBARAN : Menjelang perayaan tahun baru 2017, di Kota Magelang banyak ditemui spanduk yang berisi ajakan untuk melakukan ibadah Salat Subuh Berjamaah.
BERTEBARAN : Menjelang perayaan tahun baru 2017, di Kota Magelang banyak ditemui spanduk yang berisi ajakan untuk melakukan ibadah Salat Subuh Berjamaah.
RADARJOGJA.CO.ID-Gerakan Subuh Berjamaah merupakan upaya menghindari sikap hura-hura dalam perayaan pergantian tahun. Kegiatan ini juga ingin mengajak masyarakat agar selalu mengisi dengan hal positif saat tahun baruan. Terutama bagi kaum muda di Magelang dan sekitarnya.


"Salat Subuh banyak sekali manfaatnya," kata salah satu panitia Ridwan Budiyarto.


Rencananya, pagi hari saat pergantian tahun baru 2017, umat muslim dari Jawa Tengah dan Jogjakarta akan berkumpul di Magelang. Mereka bakal menggelar Salat Subuh secara berjamaah di Masjid Agung Kauman, Alun-alun Kota Magelang. Salat subuh berjamaah juga akan digelar di Masjid An-Nur Kota Mungkid.


Salat subuh berjamaah di Masjid Kauman diprakarsai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Jateng, Forum Remaja Muslim (Fosrem) Kota Magelang dan Forum Aliansi Umat Islam Bersatu Magelang Raya. Ratusan ulama dan umat muslim diperkirakan akan ikut dalam gerakan salat subuh berjamaah ini.


Salah satu Ketua Gerakan Pengawal Fatwa MUI Jateng Anang Imamuddin menjelaskan, Gerakan Subuh Berjamaah merupakan Spirit 212 untuk Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena membela NKRI merupakan bagian dari ibadah Umat Islam.

"Kita mengejawantahkan dan menyelamatkan NKRI dari bahaya syiah dan komunis. Di Magelang gerakan itu sudah muncul," jelasnya.


Menurut Anang, output dari kegiatan ini yaitu kesadaran kolektif sebagai umat bangsa. Bahwa, syiah dan komunis saat ini mulai tampak nyata memecah masyarakat. Ada sebuah upaya memutar balikkan fakta.


"Bersatunya Muslim Jateng dan Jogjakarta, merupakan harapan serta tonggak sejarah dari Magelang. Patung Pangeran Diponegoro di alun-alun sebagai ulama merupakan tonggak kebangkitan," harapnya.


https://radarjogja.co/tahun-baru-2017-ayo-salat-subuh-berjamaah/

Setelah subuh berjamaah, ada juga sosialisasi terkait pemberdayaan ekonomi umat. Selain di Masjid Kauman, juga ada subuh berjamaah, di Masjid An-Nur Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. Di Masjid An-Nur, acara diprakarsai MUI dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Magelang. saat mengikuti dua kegiatan ini, umat dihimbau untuk mengenakan pakaian warna putih. (ady/dem) Editor : Editor News
#Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Jateng #Magelang #nkri #Forum Remaja Muslim (Fosrem) Kota Magelang #Forum Aliansi Umat Islam Bersatu Magelang Raya. #Spirit 212 #tahun baru #Gerakan Subuh Berjamaah