Hanya Berdua dengan Sang Kakak, Akan Diasuh oleh Paman
Muhammad Syaqif Dirga Krisnawan, 4 bulan, kini menjadi bayi yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal tujuh hari lalu akibat kecelakaan di Jalan Magelang. Seperti apa kondisi bayi itu sekarang?
BAHANA, Sleman
MESKI dokter dan perawat berlalu-lalang, ruang ICU lantai II RSUP dr Sardjito tampak sunyi. Di dalam ruang itu, tergeletak bayi dengan tubuh terpasang benda menyerupai kabel yang terhubung dengan sejumlah perlatan medis.
Ya, sampai dengan kemarin (28/12) kondisi Syaqif, sapaannya, dalam kondisi kritis sejak dibawa oleh aparat dan tim medis dari lokasi kejadian. Syaqif merupakan salah satu korban selamat dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Magelang pada Kamis sore (22/12) lalu. Sedangkan kedua orang tuanya, Sutrisno, 34, dan istrinya Sri Kanthi Prihatin, 34, meninggal dunia dalam insiden itu.
Ketiganya merupakan korban kecelakaan maut antara sepeda motor dan mobil jenis MPV. Kendaraan yang dikendarai pasutri dan bayinya melintas di Jalan Magelang dari arah selatan. Mereka dikejutkan dengan mobil berjenis Suzuki Ertiga yang dikendarai Herman Johanis Banoet, 45, dengan kecepatan cukup tinggi dari arah utara.
Mobil keluar jalur dan menabrak sepeda motor yang tengah dikendarai pasutri tersebut. Akibatnya, motor sempat terpental beberapa meter dan pengemudinya, Sutrisno terseret ke sebuah showroom mobil. Sementara mobil baru berhenti setelah menabrak sejumlah kendaraan di dalam showroom.
Sang ayah, Sutrisno yang mengendarai motor, meninggal di lokasi kejadian setelah mengalami luka di bagian kepala dan leher. Sedangkan sang bunda, meninggal beberapa jam kemudian setelah sempat mendapat perawatan di RSUP dr Sardjito.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito Trisno Heru Nugroho menyebut kondisi Syaqif masih belum menunjukkan perbaikan sejak mendapat perawatan. Keberadaan alat bantu fentilator, NGT (nasogastric up) untuk memasukkan nutrsi, dan infus masih terpasang di tubuh sang bayi.
"Harapan masih ada, semoga ada mukjizat dari yang Kuasa untuk kesembuhan dik Syaqif," kata Heru dengan mata berkaca-kaca kemarin.
Disebutkan akibat insiden itu, Syaqif mengalami pendarahan otak yang jumlahnya cukup banyak. Melihat usia yang masih terlalu dini, tim dokter tidak melakukan operasi. Setelah melalui penanganan khusus, diharapkan darah yang ada di otak bisa terserap sendiri oleh kemampuan tubuh sang bayi.
Keberadaan Syaqif, jelasnya, terpantau oleh tim medis Sardjito selama 24 jam. Sejumlah dokter dari ahli syaraf dan anak dikerahkan untuk memantau perkembangannya.
Saat disinggung mengenai pembiayaan, Heru menyebut, sejauh ini pembiayaan sudah teratasi oleh Jasa Raharja kerena bayi itu menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Namun, bila nanti ada kelebihan pembiayaan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
"Memang yang harus dipikirkan keberadaan Syaqif dan kakaknya, Wildan. Karena mereka berdua telah yatim piatu dan masih terus akan berkembang," jelasnya.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga dari orang tua korban yang setiap hari menunggui Syaqif. Termasuk sang kakak, Wildan,13.
Namun tidak seperti biasanya, sang kakak yang setia berada di samping adiknya tidak tampak saat awak media berkunjung ke sana.
"Wildan itu kalau dikunjungi orang pasti pergi menghindar. Dia selalu sedih kalau ada orang," jelas paman korban Kantun Basuki, 36,warga Mancasan, Wirobrajan, Jogja.
Keberadaan Wildan yang kesehariannya bersekolah di SMPN 3 Jogja ini dalam pengasuhan keluarga pamannya. Pihak keluarga, lanjut Kantun, akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak pelaku.
"Untuk proses pidananya kami serahkan sepenuhnya kepada polisi. Namun, kami meminta pertanggungjawaban keluarga penabrak soal nasib masa depan anak-anak ini," jelasnya.
Pihak keluarga pelaku penabrak, disebut sudah pernah mendatangi keluarga korban untuk mempertanggungjawabkan persoalan tersebut. Karena kedatangannya bertepatan dengan masa berkabung, maka belum ada respons dari pihak keluarga.
"Ke depan kami akan berkomunikasi perihal pertanggungjawaban persoalan hukum," jelasnya.
Dia menyebut pasangan Sutrisno dan Sri Kanthi Prihatin merupakan keluarga sederhana. Sutriano sudah 15 tahun bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Jogja.
"Padahal dalam waktu dekat ini akan menerima penghargaan dari tempatnya bekerja," jelasnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Sleman Iptu Eryda menjelaskan, pelaku penabrakan Herman Johanis Banoet saat ini ditahan di Mapolres Sleman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim penyidik telah menemui sejumlah saksi dan keluarga korban guna keperluan pemberkasan. (ila/ong) Editor : Administrator
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga dari orang tua korban yang setiap hari menunggui Syaqif. Termasuk sang kakak, Wildan,13.
Namun tidak seperti biasanya, sang kakak yang setia berada di samping adiknya tidak tampak saat awak media berkunjung ke sana.
"Wildan itu kalau dikunjungi orang pasti pergi menghindar. Dia selalu sedih kalau ada orang," jelas paman korban Kantun Basuki, 36,warga Mancasan, Wirobrajan, Jogja.
Keberadaan Wildan yang kesehariannya bersekolah di SMPN 3 Jogja ini dalam pengasuhan keluarga pamannya. Pihak keluarga, lanjut Kantun, akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak pelaku.
"Untuk proses pidananya kami serahkan sepenuhnya kepada polisi. Namun, kami meminta pertanggungjawaban keluarga penabrak soal nasib masa depan anak-anak ini," jelasnya.
Pihak keluarga pelaku penabrak, disebut sudah pernah mendatangi keluarga korban untuk mempertanggungjawabkan persoalan tersebut. Karena kedatangannya bertepatan dengan masa berkabung, maka belum ada respons dari pihak keluarga.
"Ke depan kami akan berkomunikasi perihal pertanggungjawaban persoalan hukum," jelasnya.
Dia menyebut pasangan Sutrisno dan Sri Kanthi Prihatin merupakan keluarga sederhana. Sutriano sudah 15 tahun bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Jogja.
"Padahal dalam waktu dekat ini akan menerima penghargaan dari tempatnya bekerja," jelasnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Sleman Iptu Eryda menjelaskan, pelaku penabrakan Herman Johanis Banoet saat ini ditahan di Mapolres Sleman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim penyidik telah menemui sejumlah saksi dan keluarga korban guna keperluan pemberkasan. (ila/ong) Editor : Administrator