Baznas fokus memberikan bantuan kepada para guru ngaji karena sebagai salah satu pilar untuk menjaga moral penerus bangsa. Pendidikan agama sangat penting untuk memberikan pondasi hidup.
"Apalagi, sejauh ini kami di pemerintah juga belum bisa memberikan perhatian kepada para guru ngaji," kata Ketua Baznas Kabupaten Magelang HM Zaenal Arifin di sela-sela pentaarufan yatim piatu dan guru ngaji se-Kecamatan Dukun, kemarin (23/11).
Zaenal yang juga Wakil Bupati Magelang ini memberikan bantuan kepada 150 anak yatim dan 105 guru ngaji. Mereka berasal dari 15 desa di Kecamatan Dukun, lereng Merapi. Selain bantuan langsung, ia juga memberikan program bedah rumah.
Hingga bulan ini setidaknya sudah 64 rumah tidak layak huni milik guru ngaji yang direhab. "Dari target 50 rumah kita sudah melebihi target hingga 64 rumah yang dipugar," jelasnya.
Jumlah rumah itu akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti. Renovasi rumah akan dilakukan selama anggaran masih ada. Sebanyak 64 rumah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang.
"Mereka kan termasuk golongan fisabilillah (orang berjuang di jalan Allah). Jadi bisa menerima zakat," ujarnya.
Setiap rumah rata-rata diberikan bantuan antara Rp 10 juta-Rp 15 juta. Tergantung kebutuhan dan tingkat kerusakan rumah. Untuk proses pemberian bantuan, Baznas menerima permohonan dari kepala desa atau tokoh masyarakat setempat. Kemudian tim diterjunkan melakukan verifikasi di lapangan.
"Verifikasi ini meliputi kebutuhan anggaran, status tanah dan identitas calon penerima bantuan. Juga validasi data apakah yang bersangkutan menerima bantuan bedah rumah dari pemerintah atau tidak," urainya.
Menurut Zaenal, status tanah sangat penting untuk pembangunan rumah itu. Jika status tanah milik orang lain, tetap bisa dibangunkan asal sudah ada kesepakatan dengan pemilik tanah. Ini untuk menghindari ada persoalan di kemudian hari.
Dalam program bedah rumah Baznas melibatkan pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat. Tidak dipungkiri, dengan anggaran sejumlah itu tentu tidak bisa mencukupi semua kebutuhan. "Maka perlu gotong royong dari masayarakat," katanya. (ady/laz/nal) Editor : Administrator