"Nonton film itu buat hiburan saja. Di film (Captain Tsubasa) itu, para pemainnya mempunyai impian menjadi pemain bola profesional. Itu yang saya jadikan motivasi bagi saya saat masih SMP," katanya.
Impian pemain kelahiran 26 tahun lalu ini untuk membela tim nasional sudah terwujud kala dirinya dipanggil untuk membela Indonesia U-19 pada tahun 2007 dan Indonesia U-21 tahun 2008. Sayang posisi masuk tim nasional senior masih merupakan cita-cita yang terus digapainya.
Risky tidak main-main untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Berbagai upaya dilakukan dirinya untuk bisa menjadi pemain hebat. Prioritas utama dirinya adalah fisik. Ujung tombak PSS ini terbilang memiliki fisik dan postur tubuh yang bagus dengan tinggi 180 cm dan berat 70 kg.
Bagi PSS yang menggunakan skema 4-2-3-1, Risky selalu menjadi pilihan utama Seto untuk mengisi pos striker. Postur tubuh ideal yang dimilikinya sangat mendukung dirinya menjadi seorang striker. Dengan posturnya, dia sering mampu memenangi duel udara untuk menyambut umpan-umpan crossing dari sayap. Apalagi tipikal serangan dari PSS seringkali datang dari sayap.
Sebagai seorang striker tunggal, Risky paham betul apa yang harus dilakukan bagi dirinya. Dribling, speed, dan akurasi tembakan harus diasah terus. Pemain yang mengawali karir di Pelita Jaya ini memiliki cara tersendiri untuk mengasah tekniknya. Dia juga sering menambah porsi latihan untuk kebutuhan dirinya sendiri.
"Seorang striker harus punya naluri mencetak gol. Hal itu yang harus diasah sendiri oleh pemain. Bila ingin berkembang ya harus bisa menyesuaikan diri," tuturnya. (cr4/dem)
Nama: Risky Novriansyah
Lahir: Pangkal Pinang, 23 November 1989
Tinggi: 180 cm
Berat: 70 Kg
Nomor punggung : 14
Karir di Klub:
2007-2009 Pelita Jaya
2009-2010 PPSM Sakti Magelang
2010-2011 Persijap Jepara
2011-2012 Sriwijaya FC
2012-2013 Persegres Gresik
2013-2014 Persiba Balikpapan
2016-sekarang PSS Sleman
Karir di Tim Nasional
2007 Tim Nasional U-19
2008 Tim Nasional U-21 Editor : Administrator