"Rencananya, Rakernas akan diadakan di Gedung Pascasarjana UMY, 12-14 Mei yang dihadiri 180 perwakilan MEK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dari seluruh provinsi di Indonesia," kata Ketua Panitia Temu JSM dan Rakernas MEK PP Muhammadiyah Herry Zudianto SE Akt MM, kemarin (28/4).
Ditambahkan HZ-sapaan akrab Herry Zudianto, mereka terdiri dari akademisi, pengusaha, dan pengelola amal usaha Muhammadiyah.
Salah satu yang dibahas adalah soal perekonomian nasional dan bagaimana umat Islam, khususnya saudagar Muhammadiyah berperan positif dana perekonomian di negeri ini. Selain itu, juga ada 500 pebisnis dan praktisi ekonomi lain yang mengikuti Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM), antara 13-15 Mei di Hotel The Sahid Rich Jogjakarta.
Ketua MEK Pimpinan Wilayah DIJ Muhammad Ridwan SE MSi mengungkapkan, pertemuan saudagar Muhammadiyah yang ketiga, setelah di Makassar dan Surabaya tersebut, rencananya dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi. Hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Dr H Anwar Abbas MM MAg, dan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir.
"Sedangkan dari jajaran MEK PP Muhammadiyah ada Ketua Ir Muhammad Nadjikh," tegasnya.
Ridwan mengatakan, Muhammadiyah pada Muktamar ke 47 di Makassar secara tegas merekomendasikan penguatan bidang ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah setelah pendidikan dan kesehatan.
"Selain rakernas, JSM ingin aksi nyata dalam mengakselerasi program yang mendorong terwujudnya kemandirian umat dan bangsa secara ekonomi," jelasnya.
Salah satu prioritas, MEK PP Muhammadiyah memandang pentingnya menyusun regulasi untuk mendorong tercapainya rekomendasi penguatan bidang ekonomi. Karena, tanpa regulasi yang jelas, terukur, dan akuntabel, ribuan asset maupun potensi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh negeri akan mengalami perlambatan, inefisiensi, dan kerugian akibat tata kelola yang tidak tepat.
Arief Nur Wibawanto, Penanggung Jawab Pameran (Ekspo) Temu JSM mengatakan, sejauh ini, dari 500 peserta, 50 persen sudah memberikan jawaban akan hadir. Panitia sendiri menargetkan terjadi transaksi sebesar Rp 30 miliar selama kegiatan, karena ada pameran yang mempertemukan sesama saudagar Muhammadiyah dan lainnya. (mar/dem) Editor : Administrator