Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korban Penembakan Terus Bertambah

Administrator • Sabtu, 23 April 2016 | 21:32 WIB
Photo
Photo
MAGELANG - Korban penembakan orang tak dikenal di kawasan pecinan Jalan Pemuda, Kota Magelang, terus bertambah. Setelah enam perempuan yang sebagian besar karyawan toko di kawasan itu menjadi korban, satu lagi warga yang melapor. Polres Magelang Kota pun terus memburu pelaku penembakan yang telah membuat resah masyarakat.

Korban yang terakhir melapor adalah Imanuela Indah Woro, 17, warga Gang Langgar No 2, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang. Ia tertembak di betis sebelah kiri. Penembakan itu terjadi pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 21.00.

"Ketika itu saya mau menyeberang untuk beli pulsa. Tapi, saya mendengar suara cethuk, terus betis kiri merasakan kesakitan," ujar Woro, panggilan perempuan ini, usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Magelang Tengah, kemarin (22/4).

Setelah sampai di rumah karena merasakan kesakitan, ia kemudian berobat menuju RSUD Tidar Kota. Ia juga langsung melakukan rongent. Mirisnya, Woro mengetahui ternyata penjual pulsa yang menolongnya juga tertembak di kemudian hari.


"Saya juga kaget mendengar mbaknya penjual pulsa yang menolong saya juga kena tembak. Dengan kejadian ini, saya lebih hati-hati menjaga keselamatan. Harapan kami, pelakunya segera tertangkap," kata Woro seraya menunjukkan bekas luka hitam terkena tembakan itu.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto mengatakan, kasus penembakan menggunakan senapan angin masih dalam penyelidikan. Selain itu, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk para korbannya.

Menurunya, pascakejadian telah menyebar Intelkam dan Resmob untuk melakukan pencarian terhadap pelaku. Barang bukti peluru berupa gotri, juga diamankan. Gotri itu mengenai dada salah satu orang, tapi mental saat kena baju.

"Kami harapkan doa dari masyarakat, semoga pelaku segera tertangkap" ujar Edi di sela-sela melakukan olahraga pagi, kemarin.

Kasat Reskrim AKP Wayan Suhendar menambahkan, pascakejadian langsung melakukan penyelidikan. Bahkan, hampir tiap malam melakukan penyanggongan di kawasan pecinan itu. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu pencegahan agar tidak ada korban lagi.

"Pelaku telah melakukan perbuatan kriminal. Korban ada sekitar 5-6 orang. Harapan kami pelaku segera tertangkap, sehingga motif penembakan bisa diketahui," katanya.

Menurut Wayan, jika benar pelaku menggunakan airsoft gun, pelaku bisa dijerat dengan UU Darurat. Untuk kepemilikan airsoft gun tersebut juga harus mengantongi izin. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Intelkam.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang Suko Tri Cahyo mengakui belum memasang CCTV di kawasan pecinan. Ia berdalih CCTV yang terpasang baru sebatas memberikan pelayanan seperti terkait arus lalu lintas dan kecelakaan.

"Kami memang punya CCTV, namun untuk pemantauan arus lalu lintas dan manajemen rekayasa lalu lintas. Satlantas pernah meminta bantuan itu sebatas memutar terkait kecelakaan," tandasnya. (cr1/laz) Editor : Administrator
#Magelang #Penembakan