Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan kasus pembunuhan ini sama peliknya dengan perkara Kopi Sianida yang menjerat tersangka Jessica Kumala Wongso. Petugas tidak mau gegabah dan mengedepankan kehati-hatian. "Hingga sekarang masih ditangani kasusnya," kata Iptu Ngadino (18/3).
Ditanya mengenai hasil penyidikan polisi pasca-penangkapan warga Kretek, Bantul, Subandi enggan berkomentar. "Nanti kalau sudah terang, kasus ini akan kami buka ke publik," ujar Ngadino.
Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto membenarkan telah minta bantuan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk pengungkapan kasus tersebut. Tim ini beberapa waktu lalu datang membantu mengungkap kasus yang menyita perhatian publik itu.
"Iya (mendatangkan tim Labfor Mabes Polri) beberapa waktu lalu," kata Hariyanto usai Salat Jumat di Polres Gunungkidul, kemarin.
Mengenai hasil kerja tim Labfor Mabes Polri, Hariyanto enggan menjelaskan detail. Dia hanya meminta warga bersabar menunggu hasil penyelidikan.
"Kalau sudah ada titik terang akan kami sampaikan, sampai sekarang kita masih terus kami dalami," kata Hariyanto.
Dukuh Sokokerep, Wasidi mengatakan keluarga korban dan warga berharap kasus ini segera terungkap. Pelaku harus diberi hukuman setimpal sesuai perbuatannya.
Pengungkapan kasus tersebut, kepolisian berkali-kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu juga sudah meminta keterangan dari teman-teman korban dan pihak keluarga.
Pada Selasa 1 Maret 2016, warga Panggang 1, Giriharjo, Panggang gempar. Ditemukan jasad gadis belia dalam kondisi mengenaskan. Setengah telanjang diduga mengalami kekerasan seksual sebelum menemui ajal. (gun/iwa/ong) Editor : Administrator