Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siti Mukaromah, Peserta Sakura Exchange Programe in Science Jepang dari SMKN 2 Kota Magelang

Administrator • Senin, 14 Maret 2016 | 22:13 WIB
Photo
Photo

Langganan Juara Kelas, Berharap Jadi Pengusaha Sekses dengan "DUIT"


Menjadi juara di beberapa ajang kompetisi akademis tak lantas membuat Siti Mukaromah merasa jumawa. Segudang prestasi yang diraih justru membuatnya lebih mawas diri dan rendah hati.

Harnum Kurniawati, MAGELANG
Siswi SMK Negeri 2 Kota Magelang ini punya motto hidup yang cukup menggelitik. Yakni, DUIT. Siapa saja tentu kenal duit. Anak kecil sekalipun. Bagi Siti, DUIT tak semata-mata uang untuk keperluan hidup sehari-hari. Kata itu merupakan kependekan dari Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal. Ya, keempat langkah itu persis seperti yang diajarkan dalam agama Islam.


Empat langkah itu pula yang menjadi modal utama gadis kelahiran 20 Desember 1992 tersebut meraih prestasi. Ya, Siti memang langganan juara kelas sejak duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang. Berkat ketekunannya, Siti mampu mempertahankan peringkat pertama di setiap kelas.


Siti Mukaromah memang bukan sosok yang selalu tampak menonjol di sekolahnya. Tapi, namanya selalu dielu-elukan oleh para guru dan rekan seangkatannya. Bagaimana tidak, sebagai siswi sekolah kejuruan, Siti terbukti mampu bersaing dengan pelajar sekolah umum daalam lomba Olimpiade Sains tingkat Nasional (OSN).


Di ajang itu, Siti berhasil meraih juara 3 untuk kategori Matematika Non Teknologi. Itu setelah dia dinobatkan sebagai juara 1 di ajang serupa tingkat kota dan provinsi. Siti juga pernah menjuarai lomba LKS Akuntansi tingkat kota dan beasiswa gubernur.



Setiap prestasi yang diraih selalu mendorongnya untuk mencapai hasil lebih tinggi. Puncaknya, Siti berkesempatan mengikuti Sakura Exchange Programe in Science di Jepang pada April mendatang.


"Malam itu saya sedang membantu kakak merangkai bunga sakura pesanan seorang teman. Eh, paginya dipanggil kepala sekolah, diberi kabar kalau saya akan pergi ke Jepang," ujar siswi kelas XII itu kemarin (13/3).


Dalam program pertukaran pelajar itu, Siti mewakili Indonesia bersama 25 pelajar lain dari seluruh pelosok negeri ini. Hanya ada tiga orang di Provinsi Jawa Tengah. Siti adalah salah satunya. "Momen ini tentu akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaring teman lebih banyak," ungkap dara yang bercita-cita menjadi akuntan dan pengusaha besar itu.


Meski orang tuanya bukanlah sosok pejabat maupun pengusaha, Siti tetap menjadikan ayah dan ibunya sebagai figur panutan, sekaligus penyemangat dalam hidupnya. Dia meyakini bahwa setiap prestasi yang diraihnya, selain karena "DUIT" juga atas doa kedua orang tuanya. "Semua ini berkat dorongan dan doa dari orang tua juga pastinya," katanya.


Hingga kemarin, Putri ke dua pasangan Artanto, 50 dan Suminah, 46 ini masih tak menyangka bisa terpilih mewakili Indonesia ke Negeri Sakura. Itu merupakan penghargaan presitius bagi dirinya.


Kendati demikian, kepastian tiket ke Jepang tak lantas membuat Siti lupa diri. Masih ada "PR" yang harus diselesaikannya saat ini. Yakni, lulus ujian nasional dengan nilai yang memuaskan. Dan diterima di perguruan tinggi negeri yang diidam-idamkannya.


"Itu yang akan saya kejar. Ya, pakai DUIT itu," candanya.(yog/ong) Editor : Administrator
#Magelang #siswa prestasi #Pendidikan