Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Segera Bangunan Kembali Pasar Baledono

Administrator • Kamis, 3 Maret 2016 | 00:35 WIB
Photo
Photo
BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
CEK FISIK BANGUNAN: Bupati Purworejo Agus Bastian berdialog dengan sejumlah pedagang saat meninjau Pasar Baledono. Pasar ini terbakar tiga tahun silam.

PURWOREJO-Pemkab Purworejo menargetkan segera membangun Pasar Baledono yang terbakar tiga tahun silam. Namun, rencana ini terganjal para pedagang yang masih memegang Sertifikat Satuan Hak Milik Rumah Susun (SHMRS).

Karena itu, jika ingin segera dibangun, Bupati Purworejo Agus Bastian meminta para pedagang untuk segera menyerahkannya ke Kantor Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pariwisata Purworejo. "Tanpa ada penyelesaian penyerahan itu, dipastikan pembangunan pasar akan tersendat," kata Agus saat meninjau kondisi Pasar Baledono, kemarin (1/3).

Menurut Agus, pengumpulan sertifikat itu menjadi syarat mutlak agar perjanjian antara pemerintah dan PT Karsa Bayu Bangun Perkasa bisa segera diakhiri. Penyerahan sertifikat itu merupakan bahasa hukum yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Agus meminta para pedagang untuk berperan aktif menyosialisasikan hal ini kepada pedagang yang lain. "Jika proses pengumpulan sertifikat ini selesai 100 persen, tentu penyelesaian Pasar Baledono juga akan semakin cepat," janjinya.

Menurut Agus, langkah prosedural sesuai hukum tersebut diambil agar proses yang ditempuhnya itu betul-betul aman. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. "Meski mungkin menjadi agak lambat, namun betul-betul save bagi semuanya," katanya.

Agus menambahkan, kebijakan yang ditempuh ini adalah melanjutkan konsep penyelesaian yang telah dilakukan Pj Bupati Purworejo Agus Utomo beberapa waktu lalu. Dalam dua minggu ke depan pihaknya akan melakukan kajian dan upaya-upaya penyelesaian yang terbaik bagi semuanya.

Humas Paguyuban Pedagang Pasar (Pappas) Baledono Jimmi mengatakan, pengumpulan sertifikat hingga 100 persen akan sangat sulit dilakukan. Sebab, tidak sedikit pedagang yang sudah pindah ke luar kota, meninggal dunia atau sudah alih profesi. "Atau kios sudah dijual dan lain sebagainya," terang Jimmi. (cr2/din/ong) Editor : Administrator
#pasar baledono #Purworejo