Pemilihan Ketua OSIS atau Pemilos di SMPN 4 Jogja, digelar layaknya pemilihan umum untuk memilih bupati atau wali kota beberapa waktu lalu.Pemilihan Ketua OSIS biasanya menuliskan nama calon ketua di kertas lalu dikumpulkan lewat ketua kelas. Namun, kali ini menggunakan konsep coblos dengan alur seperti pemilu pada umumnya.
Melalui serangkaian tes tertulis dan wawancara, dari 50 calon Ketua OSIS, terpilih enam kandidat calon ketua. Selanjutnya mereka harus melakukan kampanye selama satu minggu melalui poster yang ditempel di lingkungan sekolah. Tahap terakhir, mereka harus melakukan orasi tentang visi dan misi di depan seluruh warga kampus SMPN 4 Jogja. Setelah mendengarkan orasi, barulah guru dan siswa meng-gunakan hak pilihnya. Mereka yang memiliki kartu pemilos mencoblos jagoannya lewat kertas yang berisikan foto kandidat yang dibagikan.
Sebagai bukti telah berpartisipasi, mereka mencelup-kan kelingking kiri di tinta ungu yang telah disediakan.Kegiatan ini merupakan pro-gram kerja (proker) terakhir masa jabatan OSIS periode sebelumnya. Walau memang membutuhkan banyak dana dengan persiapan lama, kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa maupun guru. "Kami ingin melatih anak-anak agar menjadi pribadi partisipatif. Sehingga tidak ada lagi yang namanya golput pada masa men-datang," ujar Gunarsih, Wakil Kepala SMPN 4 Jogja Bidang Kesiswaan.Kegiatan digelar mulai 08.00. Setelah penghitungan suara, ter-pilih Novendra W sebagai Ketua OSIS baru. "Semoga saya dapat memajukan prestasi sekolah yang kami cintai ini," kata Vendra yang meraih 243 suara dari 512 siswa di SMPN 4 Jogja. (val/iwa/ong) Editor : Editor News