Chrisnamurti meneruskan, ber-beda dengan liburan Lebaran, pada liburan Natal dan tahun baru ini mayoritas wisatawan pelajar sekitar 15 ribu orang. Karena per-tepatan dengan liburan sekolah. Sementara total jumlah wisatawan sampai Rabu (23/12), mencapai 140.782 orang. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi candiini antara 350-400 orang setiap hari. "Rata-rata mereka berasal dari Jepang, Cina, Malaysia, dan negara-negara Eropa," jelasnya.Dikatakan, wisatawan yang ke Candi Borobudur tidak diwajibkan mengenakan sarung. Selain ramai pengunjung, kebijakan ini di-berlakukan karena ke tersediaan sarung tak sebanding dengan jumlah wisatawan yang mem-bludak. Jumlah pengunjung masa liburan ini naik dua kali lipat dari biasanya. Pengelola mengakui sarung tidak men cukupi jika harus dipakai wisatawan.
Di samping itu, petugas juga kesulitan mengawasi pengunjung yang memakai sarung. Mulai dari pema-kaian sarung di pos sebelum naik candi sampai pos pele-pasan sarung di pintu keluar. Selama ini tidak sedikit wisatawan yang membawa pulang sarung khas Borobudur itu. Kebijakan ini berlaku sejak 19 Desember 2015 sampai habis masa liburan pada 3 Januari 2016.Ia menyampaikan, kebijakan tidak wajib pakai sarung ini berlaku sejakNovember 2015. Mereka yang mengenakan celana atau rok pendek yang harus memakai sarung. Ini bertujuan menghormati Candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah umat Buddha. (ady/hes/ong) Editor : Editor News