Sering Tantang Kelahi Ayahnya
MESKI dikenal suka berantem, tapi Ibra Ardhan enggak bisa dibilang preman. Siswa SMA Budi Mulia Dua ini emang dikenal jago berantem, tapi…. berantem untuk prestasi. Bahkan di tanggal 25 April 2015 lalu, Ibra membawa pulang predikat Juara 1 Kejurnas JKT Championship 3 cabang pencak silat Perguruan Tapak Suci kategori SMA yang diadain di Jakarta GOR POPKI Cibubur.
Di kejuaraan yang sama tahun 2014 lalu, cowok yang akrab disapa Ibra juga menduduki peringkat pertama. Di tingkat nasional sebelumnya, Ibra juga menduduki juara tiga Kejurnas Tapak Suci UMY Open tahun 2013.
"Bersyukur, sejauh ini bisa sampai nasional. Semoga ke depan bisa dapat kesempatan laga Internasional. Amiin," ujarnya cowok kelahiran 8 Februari 1998 ini.
Ibra sadar punya hobi berantem itu cukup extreme dan orang langsung mengarah ke hal negatif. Tapi berantem gaya Ibra menggunakan teknik dan ada jenjang nya. Jadi selain beradu otot, juga harus beradu otak. Taktik menyerang lawan, bertahan terhadap serangan dan lainnya.
Hobi itu katanya muncul saat SD kelas lima. Apa yang bikin Ibra tertarik? Cowok berpostur 175 cm ini merasa ada kesempatan punya lawan berantem yang sama-sama punya teknik. Dan efeknya bukan negatif, tapi sebaliknya dan bermanfaat. "Dari dulu emang suka berantem, jadi disalurin ke silat. Jadi berantem tapi berantemnya pasti, enggak yang berantem rusuh. Jadi berantem tanpa harus rusuh dan bisa jadi juara hehehe," jelas Ibra yang duduk di kelas XII.
Selain latihan bareng pelatih di sekolah BMD, Ibra juga nambah porsi latihan melawan ayahnya, Musrizal. Durhaka dih anak?!
Enggak juga, soalnya ayahnya juga bukan orang biasa, tapi mantan atlit karate PON. "Kalau di rumah sore-sore gitu daripada enggak ada kerjaan, aku tantang papa. Lumayan bisa nambah skill. Setelahnya papa evaluasi kurangnya," papar Ibra.
Selain silat, pemegang sabuk biru polos ini juga suka dengan sepakbola. Bahkan prestasinya di sepakbola juga bagus. Berkali-kali Ibra menang berbagai kompetisi bareng tim Budi Mulia Dua. "Kalo lagi bosen silat, ya bola. Kalau lagi males bola, ya silat. Jadi balance, khan lumayan," kata Ibra yang bercita-cita jadi lawyer. (mey/man/ong) Editor : Administrator