Apalagi, saat ini sistem investasi syariah mulai dibangun, sehingga investor dapat melakukan trading online syariah dan dapat bertransaksi melalui bank-bank syariah yang telah bekerjasama dengan bursa efek syariah"Dulu orang masih enggan in-vestasi di bursa efek syariah karena minimnya dukungan sarana dan fasilitas sistem yang berkaitan lang-sung dengan perbankan," ungkapnya. Terpisah, Kepala Koordinator Wilayah Jateng First Asia Capital Jogja Hery Gunawan Muhammad menerangkan, tahun ini dipre-diksi saham syariah terus mening-kat. Hal tersebut dilihat dari tren investor yang banyak berinvestasi di saham syariah."Memang sebelumnya ada ang-gapan saham syariah tidak meng-untungkan dibanding saham kon-vensional. Sekarang anggapan tersebut sudah terkikis seiring ter-bangunnya sistem keuangan sya-riah," jelasnya.
Dia menjelaskan, saham syariah sendiri merupakan saham yang se-cara prinsip proses transaksional dilakukan tanpa adanya riba. Diung-kapkan, jumlah peminat semakin berkembang pesat setelah BEI dan OJK menggelar kampanye Sahamku dan Reksadanaku pada 2013 silam.Sedangkan sasaran investasi yang dinicar, jelasnya, adalah saham properti dan infrastruktur. Sebab dua sektor inilah yang saat ini ba-nyak dikembangkan di Indonesia. "Perkembangan pembangunan yang cukup pesat mendorong in-vestor saham syariah untuk ber-investasi. (bhn/ila/ong) Editor : Administrator