Truk Pengangkut Tebu Terguling
Editor News • Rabu, 3 September 2014 | 15:44 WIB
MAGELANG – Kemacetan Simpang Tiga Canguk Kota Magelang bertambah panjang, kemarin siang (2/9). Setelah truk pengangkut tebu bernomor polisi AA1599KD terguling. Isi muatan berserakan di tengah jalan. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, truk yang dikemudikan Mujiranto, 40, mengalami kerugian ratusan hingga jutaan rupiah. Memang, kondisi pertigaan yang mempertemukan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Kopeng-Magelang, dan Jalan Urip Sumoharjo merupakan tanjakan yang menikung cukup tajam ke selatan.Salah satu saksi mata, Suyanto, 35 mengatakan, pertigaan ini rawan kecelakaan lalu lintas. Tergulingnya truk ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya. Para pengguna jalan dituntut keahlian ekstra. Terutama mereka yang melintas dari arah Tegalrejo atau Kopeng."Sering sekali truk terguling di sini. Termasuk mobil mogok karena tidak kuat menanjak. Untungnya, tidak menimbulkan korban jiwa," ungkap pria yang kesehariannya menjadi sopir Angkot Jurusan Pakis-Canguk ini.
Sementara itu, Mujiranto yang mengemudikan truk shock dengan kejadian yang baru pertama kali dialaminya tersebut. Ia akan membawa muatan tebu seberat tujuh ton ke Pabrik Gula Madukismo di Bantul. Sebelumnya, ia mengambil muatan dari Tampingan, Candimulyo, Kabupaten Magelang."Saya sering melintas di pertigaan ini dan lancar-lancar saja. Sekarang terguling, karena saat ditanjakan terganggu bus yang berhenti di bahu jalan sisi timur. Belokan di tanjakan ini tajam dan susah mengendalikan mobil, ketika jalan terganggu mobil lain," ungkapnya.Warga Kasihan Bantul itu tidak mengalami luka walau posisi truk terguling ke arah kanan. Saat kejadian, ia membawa truk bersama satu rekan truk lainnya bernama Watoro, 30, yang berjalan beriringan.
Watoro berhasil lolos dari tikungan maut. Dia berhenti dan membantu angkut kembali muatan truk rekannya yang tumpah. Tujuh orang tenaga pengangkut yang didatangkan dari Wonosobo ikut membantu."Kami tidak kuat kalau harus membersihkan muatan yang tumpah, sehingga memanggil rekan dari Wonosobo. Kami biasa berangkat bareng dan hanya sekali mengirim dalam sehari. Sering kami melintas di sini. Tetapi baru kali ini terguling," papar Watoro.Atas kejadian ini, kedua sopir ini berharap ada perhatian dari pemerintah agar jalan di Pertigaan Canguk diperbaiki. Setidaknya jalan diperlebar, sehingga tanjakan tidak terlalu tajam dan membahayakan pengendara."Kami berharap polisi menertibkan bus atau angkot yang berhenti di bahu jalan yang mengganggu pengendara dari arah Tegalrejo," pinta mereka.(dem/hes) Editor : Editor News