Kedua kelompok pendukung antusias dan cenderung ke arah fanatisme. Sehingga ini memunculkan kejadian dan tindakan yang seharusnya tidak perlu ada, karena sensitifitas mengungkapkan dengan jari tangan dan simbol lainnya.
"Seperti halnya yang terjadi di Jogjakarta beberapa saat lalu, di mana antarkelompok pendukung saling bentrok," ungkap Koordinator Bidang Komunikasi IT dan Kelembagaan Keluarga Public Relations (Kapurel) Gana Arditya kemarin (29/6).
Menurut Gana, ini bisa dihindari dan tidak perlu ada, jika masing-masing kelompok pendukung tidak terlalu fanatis dengan capres yang didukungnya.
Ditambahkan, masa kampanye seharusnya bisa dilakukan dengan tindakan yang simpatik dan kreatif.
Karena itu, Keluarga Public Relations (Kapurel) Jogja mengajak siapapun di Indonesia, khususnya di Jogjakarta untuk mengungkapkan salam lima jari kepada teman dan semua saudara. Gerakan salam lima jari dicetuskan pada pertemuan Kapurel-Jogja, pekan lalu (27/6) di Museum DeMATA XT-Square Jogjakarta.
"Salam lima jari merupakan gerakan memberikan simbol dengan lima jari tangan pada siapa pun. Terutama saat melakukan kegiatan kampanye, antarkelompok pendukung capres," kata Ketua Umum Kapurel Jogja Deddy Pranowo Eryono.
Menurut Deddy, salam lima jari jika dalam masyarakat Jawa biasanya digunakan untuk ungkapan "Ngawe-awe," dengan menggerakan lima jari tangan k edepan. Ini bisa berupa ungkapan ajakan, dalam hal ini ajakan damai,
"Lima jari biasanya di Jawa digunakan mengungkapkan ‘ora’ atau ‘ojo’ dengan menggerakan lima jari tangan ke kanan dan ke kiri. Artinya, sebuah ungkapan bermakna menyatakan tidak," katanya.
Adanya gerakan salam lima jari ini bisa dimaknai ajakan menciptakan suasana damai, dan ungkapan menyatakan tidak atau jangan berbuat anarkisme. Gerakan ini untuk meminimalisir rasa sensitifitas dan potensi-potensi gesekan antarkelompok.
"Kami berharap ungkapan ini bisa sebagai cara simpatik membuat situasi tenang dengan tidak perlu ada tindakan yang emosional selama kampanye," katanya.
Dengan situasi yang aman dan kondusif, Kapurel Jogja ini memberikan kontribusi bagi kepariwisataan di Jogjakarta. Wisatawan akan merasakan nyaman saat di Jogjakarta dan sekitarnya. Terlebih pada momen liburan sekolah.(hes) Editor : Editor News