Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rayakan Ulang Tahun ke- 75 dan Mengenang H Widayat

Editor News • Senin, 28 April 2014 | 15:50 WIB
Photo
Photo
Pada 4 April lalu, kolektor dan kurator seni rupa ternama Indonesia asal Magelang, dr Oei Hong Djien (OHD) berulang tahun ke 75. Berbagai kegiatan diselenggarakan menyemarakkannya.
Ditemui saat ramah-tamah sekaligus makan malam di Gedung Tribhakti Kota Magelang, Sabtu (26/4) malam, OHD mengaku masih banyak yang ingin diperbuat pada "usia senjanya". Baik bagi Kota Magelang, Indonesia maupun dunia seni rupa. "Masih banyak yang ingin saya perbuat. Masih banyak yang belum saya laksanakan atau wujudkan dari cita-cita saya," katanya.
OHD mengaku, kiprahnya di dunia seni memang tidak bisa dihitung dengan angka. Bapak dua anak yang juga pedagang tembakau sekaligus grader untuk PT Djarum Kudus itu mengaku banyak mimpinya dan cita-citanya terkait dengan dunia seni. "Impian saya masih sangat banyak, terutama di bidang seni. Saya ingin sekali Magelang ini lebih berbudaya dan nyeni. Saya harap pemerintah lebih memerhatikan karya seni," tuturnya.
Ratusan tamu undangan hadir dalam kemeriahan pesta ulang tahun ini. Sambil menikmati aneka hidangan, para tamu bisa sekaligus mengapresiasi lukisan karya H Widayat sepanjang 138 meter yang dipasang mengelilingi gedung.
Salah satu yang hadir adalah David Herman Jaya, pengusaha sukses asal Magelang yang memiliki grup New Armada. Bapak yang biasa disapa Wan King itu memiliki penilaian luar biasa terhadap sosok OHD yang sangat peduli terhadap seni baik rupa, sastra, musik, maupun seni lainnya.
"OHD itu orang hebat. Ia abdikan diri untuk seni dan Magelang. Ia berusaha keras menjadikan Magelang sebagai kota seni. Ia juga membuat Magelang makin terkenal di luar, bahkan dunia. Termasuk ia menciptakan kolekdol-kolekdol yang berkualitas," ungkapnya.
OHD dinilai sebagai tokoh yang cukup berpengaruh dalam dunia lukis mengingat ia adalah kolektor sekaligus kurator ulung. Ribuan lukisan dari perupa tanah air hingga dunia dikoleksinya. Seperti Affandi, H Widayat, Picasso, Van Gogh, Monet, dan Rembrandt. Terutama hasil karya yang sangat langka dan belum pernah terlihat secara luas oleh publik. Salah satunya karya lukis H Widayat sepanjang 138 meter (tanpa sambungan) yang meraih rekor MURI. Karya luar biasa ini dipamerkan dalam puncak perayaan ulang tahun OHD di Gd Tri Bhakti Magelang, Sabtu (26/4) malam lalu.
"Karyanya ini sungguh luar biasa. Saya pamerkan di sini agar masyarakat luas lebih mengenal dan mengerti karya sang maestro Indonesia," ujar OHD
Ada juga lukisan terkecil berukuran 2x2 cm yang dipamerkan di Museum Haji Widayat di Kota Mungkid. Selain di kedua lokasi itu, lukisan Widayat juga dipamerkan di OHD Museum Jalan Jenggala 14 Kota Magelang.
"Ini karya Widayat yang sangat langka dan belum pernah terlihat oleh publik. Belum sempat dipamerkan langsung dibeli kolektor," ungkapnya.
Pameran lukisan terbesar dan terlengkap karya H Widayat ini digelar OHD Museum bersama Bakti Budaya Djarum Foundation mulai 26 April-31 Agustus 2014. OHD mengaku sangat mengagumi sosok Widayat dengan karya-karyanya yang istimewa. "Hasil karyanya mengundang decak kagum pakar-pakar seni rupa. Widayat pantas disejajarkan dengan Affandi, S. Sudjojono dan Hendra Gunawan. Mereka pionir seni lukis modern Indonesia. Widayat adalah pionir keempat," tandas OHD.
Pada kesempatan ini, Dr Oei Hong Djien juga meluncurkan buku berjudul "Pioneer Number Four: H. Widayat. " Buku seni rupa ini ditulis OHD bersama ahli sejarah seni rupa Belanda Dr Helena Spanjaard. Ini sekaligus perayaan ulang tahun ke-75 OHD.
Dr Helena Spanjaard menilai karya-karya Widayat orisinil dan berkarakter Indonesia. Meski demikian, Widayat juga dinilai terpengaruh gaya Jepang dan Barat. Helena mengaku pernah bertemu Widayat saat legenda seni rupa Indonesia itu berkunjung ke galerinya di Belanda.
Direktur Museum Haji Widayat (MHW) Fajar Purnomo Sidi (Pungky) menambahkan pihaknya juga memamerkan karya-karya H Widayat yang merupakan koleksi Museum H Widayat.
Selain lukisan, MHW juga memamerkan karya seni rupa dengan media terrakota, bambu, keramik akar, kayu, besi, oil on canvas, crayon, dan spidol.
Menurut Pungky sebanyak 40 seniman juga memamerkan 47 lukisan di Museum Widayat. Lukisan tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 35 juta sampai Rp 50 juta untuk penggalangan dana. "Dana yang terkumpul untuk kepentingan museum," kata dia.(*/din) Editor : Editor News