Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Arca Ditemukan di Dusun Candi

Editor News • Rabu, 23 April 2014 | 15:21 WIB
Photo
Photo
MUNGKID - Warga Dusun Candi, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran mendadak ramai, kemarin (22/4). Warga mengerumuni sebuah lubang yang ada di RT 2/ RW 6 Dusun Candi.
Warga berduyun-duyun ingin melihat langsung adanya temuan dua buah arca yang diperkirakan berumur ratusan tahun. Arca yang ditemukan warga sekitar tersebut berbentuk lembu jantan dan berbentuk seperti patung Dewa Wisnu.
Peristiwa temuan diawali saat Mat Fadlan, 35, menggali kebun miliknya pukul 07.00. Penggalian tanah dilakukan untuk membuat batu bata. Saat menyangkul tanah di tebing sebelah timur yang berbatasan dengan lahan makam Dusun Candi, cangkulnya mengenai benda keras.
"Saya langsung menghentikan dan berusaha menyingkirkan tanah bekas cangkulan dengan tangan," ungkap Mat Fadlan.
Setelah terus menggali, ia menemukan dua batu yang letaknya berdekatan. Bentuknya mirip arca candi. Penduduk yang dikabari Mat Fadlan lantas mengangkat dua benda itu ke atas. Setelah dibersihkan menggunakan air, baru diketahui satu benda berbentuk patung batu berbentuk manusia tanpa kepala yang sedang duduk bersila.
Ukurannya sekitar 20 x 30 centimeter. Satu benda lainnya, berbentuk patung binatang lembu utuh berukuran 30 x 20 centimeter.
"Awalnya, saya kira batu biasa. Setelah diangkat dan dibersihkan, ternyata bentuknya seperti arca ini. Kami langsung melapor ke Polsek Tempuran," kata Jamaludin, penduduk setempat yang ikut mengangkat arca.
Setelah penemuan itu, warga lantas membatasi area arca dengan tali rafia agar tidak disentuh orang-orang yang tidak berkepentingan. Selain itu, sejumlah petugas keamanan dari Babinsa Koramil 22 Tempuran turut mengamankan lokasi yang berjarak lima kilometer dari Candi Borobudur itu.
Kadus Candi, Mustofa menjelaskan, di sekitar Makam Dusun Candi sudah sering disurvei tim purbakala. Namun, ia tak mengetahui hasil surveinya. Sesuai nama dusunnya, tidak mustahil tempat tersebut juga ada candinya.
''Setiap penggalian makam di sebelah barat selalu ada batu candinya,'' katanya.
Petugas dari Balai Konservasi Borobudur (BKB), Winda Dyah Puspitarini yang ke lokasi menjelaskan, masih melakukan kajian dan identifikasi. Ini dilakukan untuk mengetahui temuan tersebut merupakan arca asli atau tidak.
"Sepintas, dua arca ini merupakan peninggalan zaman Hindu pada masa klasik. Kami masih mengkajinya lagi," katanya.(ady/hes) Editor : Editor News