Tottenham Hotspur mencatatkan kemenangan bersejarah setelah menaklukkan Chelsea dengan skor 2-0 di Stamford Bridge dalam lanjutan Premier League, Sabtu. Hasil ini menjadi pukulan bagi pelatih Chelsea, Xabi Alonso, yang masih berupaya mengatasi inkonsistensi permainan timnya.
Tottenham berhasil meraih kemenangan tanpa kebobolan di markas Chelsea untuk pertama kalinya sejak Desember 1986. Catatan tersebut menambah tekanan terhadap Alonso, terlebih kekalahan ini terjadi dalam laga rivalitas yang selalu menyita perhatian kedua klub London tersebut.
Chelsea menelan kekalahan kandang pertama mereka musim ini. Gol bunuh diri penjaga gawang Mike Penders dan gol Mathys Tel pada menit-menit akhir memastikan Spurs membawa pulang tiga poin.
Hasil tersebut menjadi kekalahan ketiga Chelsea di Premier League musim ini. Selain hasil akhir, cara Tottenham menguasai pertandingan juga menjadi perhatian karena tuan rumah terlihat kesulitan mengimbangi permainan lawan.
Xabi Alonso Dibayangi Masalah Kedalaman Skuad
Kekalahan dari Tottenham menjadi peringatan bagi Alonso. Sebelum pertandingan, Spurs hanya mengumpulkan enam poin dari tujuh laga liga pertama mereka. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi tim tamu untuk tampil dominan di Stamford Bridge.
Baca Juga: Prediksi Manchester United vs Bournemouth: Rentetan Hasil Buruk Tuan Rumah Bakal Berlanjut?
Salah satu area yang menjadi sorotan adalah lini tengah Chelsea. Tottenham mampu mengendalikan permainan dan membuat tuan rumah kesulitan membangun serangan secara konsisten.
Jordan Henderson menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian karena kembali dipercaya tampil sebagai starter dalam beberapa pekan terakhir.
Alonso mendatangkan gelandang berusia 36 tahun itu setelah Chelsea gagal merekrut Granit Xhaka pada bursa transfer musim panas. Ketergantungan terhadap Henderson pun memunculkan pertanyaan mengenai kedalaman skuad Chelsea, terutama dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Alonso memang memiliki alasan untuk menilai kekalahan tersebut sebagian dipengaruhi kesalahan timnya sendiri. Gol bunuh diri Penders dan kartu merah Cole Palmer membuat situasi Chelsea semakin sulit.
Namun, persoalan yang dihadapi The Blues tidak berhenti pada dua insiden tersebut.
Chelsea telah kebobolan 15 gol di Premier League dan gagal meraih kemenangan dalam separuh dari delapan pertandingan liga yang telah dijalani. Catatan itu memperlihatkan bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Alonso untuk meningkatkan stabilitas permainan tim.
Cole Palmer Kembali Jadi Sorotan
Selain masalah di lini tengah dan pertahanan, kontribusi Cole Palmer juga menjadi perhatian setelah pemain tersebut diusir wasit dalam pertandingan melawan Tottenham.
Palmer memang tidak bisa diharapkan selalu tampil maksimal dalam setiap pertandingan. Namun, performanya ketika menghadapi klub-klub papan atas Premier League dinilai belum cukup konsisten.
Dalam 18 penampilan terakhirnya di liga melawan anggota kelompok enam klub besar Inggris, Palmer hanya mencatatkan empat kontribusi gol, baik berupa gol maupun assist.
Baca Juga: Napoli 3-3 Roma, Drama Enam Gol Dalam Derby Del Sole, Giallorossi Bangkit untuk Amankan Satu Poin
Catatan tersebut menjadi perhatian karena Chelsea membutuhkan kreativitas dan ketajaman pemain andalannya untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Meski demikian, masalah Chelsea tidak semata-mata bergantung pada performa Palmer. Tim juga perlu memperbaiki organisasi pertahanan, meningkatkan penguasaan lini tengah, dan memaksimalkan peluang yang tercipta.
Kartu merah Palmer dalam laga melawan Tottenham semakin memperberat tugas Chelsea untuk mengejar ketertinggalan.
Chelsea Harus Segera Berbenah
Kekalahan dari Tottenham memperlihatkan bahwa Chelsea masih memiliki sejumlah kelemahan mendasar. Pertahanan yang mudah ditembus, kedalaman skuad yang dipertanyakan, serta kontribusi lini serang yang belum konsisten menjadi tantangan bagi Alonso.
Kemenangan bersejarah Tottenham di Stamford Bridge juga menjadi bukti bahwa rival sekota mereka mampu memanfaatkan kelemahan tersebut dengan efektif.
Bagi Chelsea, pekerjaan berikutnya adalah menemukan keseimbangan permainan dan memastikan kesalahan individual tidak terus merugikan tim.
Baca Juga: Galatasaray Incar Ismaila Sarr, Liverpool Bisa Kehilangan Kesempatan Rekrut Winger Crystal Palace
Alonso masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Namun, jika inkonsistensi terus berlanjut, tekanan terhadap pelatih asal Spanyol itu berpotensi meningkat seiring tuntutan klub untuk bersaing di papan atas Premier League.
==