GIANYAR - PSIM Jogja akhirnya memutus rentetan kekalahan beruntun setelah bermain imbang tanpa gol melawan Isenmulang FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali Sabtu (24/10). Hasil ini juga menjadi catatan nirbobol pertama Laskar Mataram musim ini. Namun, tambahan satu poin belum cukup mengangkat PSIM dari zona degradasi.
PSIM masih menempati peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi dua poin. Sementara itu, Isenmulang berada di posisi ke-16 dengan tiga poin. Kedua tim masih harus berjuang untuk memperbaiki posisi setelah gagal meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Caretaker PSIM Jogja Guntur Cahyo Utomo menilai timnya mampu mengendalikan permainan, terutama dalam penguasaan bola dan membangun serangan ke area pertahanan lawan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi kendala yang membuat peluang PSIM belum berbuah gol. "Semua sudah kami jalankan, termasuk bertahan dengan cukup kokoh," ujar Guntur dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Baca Juga: Roberto De Zerbi Membela dan Mengapresiasi Tim Medis Tottenham Hotspur di tengah Badai Cedera
Guntur menerima tambahan satu poin tersebut, meski timnya belum mampu memenuhi target kemenangan. Dia menegaskan, PSIM masih perlu memperbaiki sejumlah kekurangan dalam latihan sebagai bekal menghadapi pertandingan berikutnya.
Penjaga gawang PSIM Cahya Supriadi menyebut, pertandingan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk keluar dari zona degradasi. Menurutnya, para pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik, tetapi belum berhasil mencetak gol.
Dia berharap tambahan poin dan catatan nirbobol perdana dapat menjadi modal positif bagi PSIM untuk menghadapi laga berikutnya, terutama saat kembali bermain di kandang.
"Mendapat satu poin dan clean-sheet itu tidak mudah. Pada awal musim, kami sangat kesulitan saat bermain tandang," tuturnya.
Di kubu Isenmulang FC, pelatih Mundari Karya menilai pertandingan berlangsung seimbang. Dia menjelaskan, timnya menerapkan strategi bertahan di area tengah atau mid-block, sembari menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.
Baca Juga: Unik! 6 Ciri Khas Joglo di Yogyakarta, Warisan Budaya yang Penuh Estetika
"Kendalanya adalah penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah dan perlu diperbaiki," jelas Mundari.
Dia juga menyoroti kondisi fisik pemain yang terkuras akibat tuntutan bertahan dan menghadapi tekanan lawan. Sejumlah pemain sayap mulai terlihat kelelahan pada babak kedua. Untuk pertandingan selanjutnya, dia berencana memberikan waktu istirahat yang cukup sekaligus mematangkan taktik tim.
Sementara itu, pemain Isenmulang FC Firman Ramadhan mengakui hasil imbang belum sesuai target timnya yang membidik tiga poin. Meski demikian, dia menyebut tambahan satu poin tetap perlu disyukuri dan menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya. "Kami akan terus berlatih untuk laga selanjutnya karena perjalanan masih panjang," kata Firman. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova