Melvyn Lorenzen Kecewa PSS Sleman Kalah dari Persik Kediri

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:27 WIB
SENGIT: Gelandang serang asing PSS Sleman Melvyn Lorenzen mempertahankan bola dari pemain Persik Kediri Imanol García di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10). Dalam laga ini PSS Sleman harus megakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. (Dok PSS Sleman)
SENGIT: Gelandang serang asing PSS Sleman Melvyn Lorenzen mempertahankan bola dari pemain Persik Kediri Imanol García di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10). Dalam laga ini PSS Sleman harus megakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. (Dok PSS Sleman)

 

SLEMAN - Gelandang serang asing PSS Sleman Melvyn Lorenzen tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai Laskar Sembada dipaksa bertekuk lutut di markas Persik Kediri. Berlaga di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10) sore, skuad Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor tipis 1-2.

​Kekalahan itu tentu saja menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Pieter Huistra yang bertekad mencuri poin penuh demi mengamankan posisi di papan klasemen. Melvyn mengakui, hasil akhir pertandingan tidak sesuai dengan harapan seluruh elemen tim.

Pemain berkebangsaan Jerman-Uganda itu mengungkapkan situasi yang dirasakannya di ruang ganti. Melvyn menyebut pertandingan melawan Tim Macan Putih memberikan kesan yang campur aduk baginya dan rekan-rekan setim.

"Saya baru saja berbicara dengan pelatih. Ini adalah pengalaman yang pahit-manis (bittersweet)," ucapnya usai pertandingan, Kamis (22/10).

Baca Juga: Kalah dari Persik Kediri, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Soroti Keputusan Wasit

​Meski harus menerima kenyataan pahit tanpa poin maksimal, Melvyn tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan kerja keras para penggawa Super Elja di lapangan. Sebab, menurutnya, kualitas permainan Persik Kediri mampu tampil agresif dan langsung menekan sejak menit awal kick-off.

"Persik bermain sangat baik. Mereka memulai pertandingan dengan bagus, intensitasnya tinggi. Kami butuh waktu untuk menemukan ritme permainan kami," cetusnya.

​Mantan pemain Werder Bremen itu menambahkan, meski tertahan dan gagal mengamankan hasil yang diinginkan, timnya harus tetap mengambil sisi positif dari performa yang ditunjukkan sepanjang 90 menit. Sehingga ke depan Melvyn ingin tim lebih fokus untuk laga-laga berikutnya. "Sekarang kami harus menatap ke depan," tegasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
melvyn lorenzen persik kediri PSS Sleman pieter huistra stadion brawijaya