Rivalitas Hanya 90 Menit, Suporter Persebaya dan PSS Sleman Gelar Bantuan Masker Bencana Asap

Heildan Ahmad Nashi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:23 WIB
Maskot persebaya (jojo,zoro dan falcao) oleh falcaomascot.
Maskot persebaya (jojo,zoro dan falcao) oleh falcaomascot.

RADAR JOGJA - Rumput hijau stadion tak hanya menjadi saksi pertempuran taktikal. Di balik riuh sorak penonton, tersembunyi empati mendalam yang melampaui batas lapangan. Sepak bola kembali membuktikan bahwa tujuannya jauh lebih luas dari sekadar meraih tiga poin kemenangan.

​Jelang bentrokan sengit antara Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman pada 18 Oktober 2026, atmosfer tribun terasa begitu sejuk. Dua kelompok suporter berbesar hati menepi dari gesekan gengsi. Mereka memilih berjalan berdampingan demi mengulurkan tangan bagi saudara yang sedang tertimpa musibah.

​Komunitas Bonek bersama Brigata Curva Sud sepakat menggalang aksi sosial nasional. Mereka membuka posko pengumpulkan donasi masker di area stadion. Bantuan ini ditujukan secara khusus bagi masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran hutan dan lahan.

​Asap pekat bekas kebakaran hutan saat ini tengah menyelimuti pemukiman warga di berbagai daerah. Hari-hari mereka dipenuhi rasa perih di mata dan dada yang sesak. Udara bersih kini menjadi barang mewah yang sangat sulit didapatkan oleh anak-anak maupun lansia.

​Rasa iba dan kepedulian itulah yang menggetarkan nurani para pendukung kedua tim. Masker medis maupun non-medis menjadi perlindungan mendesak bagi warga di garda terdepan. Lewat aksi sederhana ini, tribun stadion diubah menjadi gelombang harapan baru.

​Seluruh donasi masker yang berhasil terkumpul dari suporter dan penonton umum akan disalurkan tanpa menunda waktu. Pihak panitia memastikan pengiriman langsung ke wilayah-wilayah terdampak parah. Bantuan ini diharapkan mampu meredakan penderitaan warga di tengah kepungan kabut asap.

​Langkah mulia ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen Persebaya Surabaya. Lewat unggahan di akun Instagram resmi klub, manajemen menyampaikan rasa bangga. Mereka mengimbau seluruh elemen penonton, baik Bonek maupun Brigata Curva Sud, untuk memenuhi posko donasi.

​Ruang partisipasi tidak hanya dibatasi bagi individu penonton di tribun. Penyelenggara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan. Sinergi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar jumlah bantuan yang terkumpul semakin berdampak besar.

​Bagi pihak atau instansi yang ingin menyalurkan bantuan dalam jumlah besar, panitia telah menyediakan jalur komunikasi. Masyarakat dapat langsung menghubungi perwakilan panitia, Cak Min. Setiap helai masker yang disumbangkan akan sangat berarti bagi kesehatan warga.

​Manajemen Persebaya tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif segar dari para suporter. Kesadaran sosial yang ditunjukkan Bonek dan Brigata Curva Sud menjadi contoh nyata kedewasaan suporter tanah air. Mereka membuktikan bahwa kemanusiaan berada di tingkat tertinggi.

​Fanatisme dan rivalitas sengit memang menjadi bumbu penyedap dalam sepak bola. Namun, persaingan ketat itu ditakdirkan hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan. Begitu peluit panjang berbunyi, sekat perbedaan itu runtuh digantikan rasa persaudaraan.

​Stadion kini bukan lagi sebatas panggung adu taktik dan fisik semata. Lebih dari itu, laga ini menjelma menjadi monumen solidaritas antarmanusia. Bonek dan Brigata Curva Sud telah mengajarkan bahwa di atas lapangan hijau, cinta kasih akan selalu menang.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Donasi Masker Suporter Bonek dan BCS Korban Karhutla Solidaritas Suporter Indonesia persebaya vs pss sleman