RADAR JOGJA - Moussa Bagayoko menjadi salah satu pemain asing yang diandalkan PSS Sleman untuk memperkuat sektor tengah pada kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Gelandang asal Mali tersebut didatangkan untuk membantu menjaga keseimbangan permainan Super Elja, terutama ketika tim menghadapi tekanan lawan.
Bagayoko bukan tipe pemain yang hanya dinilai dari jumlah gol.
Peran utamanya berada di lini tengah, dengan tanggung jawab membantu pertahanan, memutus aliran serangan lawan, dan mendukung proses transisi ketika PSS membangun serangan.
Baca Juga: Eberechi Eze: Jika Anda Tidak Ingin bermun, Berarti Anda Berada di Tempat yang Salah
Karakter tersebut membuatnya menjadi salah satu bagian penting dalam komposisi skuad besutan Pieter Huistra.
Pemain yang lahir pada 18 Desember 1998 itu bergabung dengan PSS pada 2026 setelah sebelumnya memperkuat Al-Watan SC di Libya.
Pengalamannya bermain di sejumlah negara menjadi bekal untuk beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Laptop Desain Premium untuk Tampil Elegan dan Profesional
Pada musim 2025/26, ia tercatat memainkan 17 pertandingan liga bersama klub tersebut, mencetak satu gol, dan mengumpulkan sekitar 1.481 menit bermain.
Pengalaman itu menjadi modal bagi Bagayoko untuk menjalani tantangan baru di Super League dimana ia tidak hanya dituntut menjaga kedalaman lini tengah, tetapi juga membantu PSS keluar dari tekanan lawan melalui distribusi bola dan kemampuan membaca permainan.
Hingga pertandingan melawan PSM Makassar pada 11 Oktober 2026, Bagayoko telah mencatatkan empat penampilan di Super League 2026/27.
Dia selalu tampil sebagai starter dan telah mencatatkan 298 menit bermain. Bagayoko juga telah menyumbangkan satu assist saat Super Elja takluk dari Dewa United.
Baca Juga: Seekor Orangutan Liar Kembali Diselamatkan di Tengah Asap Karhutla Kalimantan Tengah
Catatan tersebut memperlihatkan Bagayoko mendapat kepercayaan penuh dari Pieter Huistra meskipun belum mencetak gol untuk PSS.
Awal musim 2026/27 menjadi periode yang menantang bagi PSS. Tim asuhan Huistra harus berusaha memperbaiki performa setelah melewati sejumlah hasil yang tidak sesuai harapan.
Dalam situasi tersebut, peran gelandang seperti Bagayoko menjadi semakin penting. PSS membutuhkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan agar tidak mudah kehilangan kendali permainan, terutama saat menghadapi lawan yang memiliki tekanan tinggi.
Bagayoko masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kontribusinya seiring berjalannya kompetisi. Konsistensi, ketepatan distribusi bola, dan kemampuan membantu transisi dapat menjadi faktor yang membuatnya semakin penting dalam skema permainan PSS Sleman.
Baca Juga: Vinicius Junior Disanksi Larangan Bermain Empat Laga, Akan Absen Perkuat Real Madrid di El Clasico
Editor : Satria Putra Sejati