SLEMAN - Usai dirundung tren negatif tanpa kemenangan dalam tiga laga beruntun di awal kompetisi Super League musim 2026/2027. PSS Sleman akhirnya berhasil bangkit dan mengamankan tiga poin perdananya pada pekan keempat.
Menjamu PSM Makassar di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Minggu (11/10) sore, Laskar Sembada tampil perkasa dan sukses menghempaskan perlawanan tamunya Juku Eja dengan skor telak 3-0.
Kemenangan berharga ini tentu saja menjadi angin segar bagi klub kebanggaan warga Sleman. Sebab, tambahan tiga poin itu membuat posisi PSS naik di tangga klasemen sementara. Semula tercecer di peringkat ke-15, kini Super Elang Jawa berhadil merangsek naik ke posisi ke-12.
Kemenangan perdana ini memang layak didapatkan PSS. Sebab, sejak peluit kick-off dibunyikan, Dominikus Dion dan kawan-kawan terus berusaha mendominasi permainan.
Meski PSS memperagakan permainan dengan tempo yang cenderung lambat, anak-anak Sleman tampak berhati-hati sembari membaca celah di lini pertahanan lawan.
Baca Juga: PSS Raih Kemenangan Perdana dengan Cukur Telak PSM Makassar 3-0, Kehadiran Suporter Sangat Berarti
Kebuntuan PSS pecah pada menit ke-34. Berawal dari umpan matang Riko Simanjuntak, legiun asing asal Jepang Hiromu Tanaka berhasil menyambar bola dan menggetarkan jala gawang PSM. Gol ini membawa PSS memimpin 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman tampil lebih percaya diri dan mengambil alih kendali permainan. Dominasi anak-anak Sleman akhirnya kembali membuahkan hasil mendekati akhir laga.
Menit ke-84, Hiromu Tanaka kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan celah longgar di sisi kiri pertahanan PSM, Tanaka dengan dingin merobek gawang lawan untuk kali kedua. PSS menjauh dengan keunggulan 2-0.
Pesta gol PSS ditutup manis pada masa injury time (90+1). Di mana striker bertubuh jangkung asal Brasil Matheus Fornazari tak mau ketinggalan menyumbang gol usai memanfaatkan assist terukur dari Kim Jeffrey Kurniawan.
Tanpa kesulitan berarti, Fornazari menceploskan si kulit bundar dengan kepalanya dan memastikan PSS Sleman mengunci kemenangan sempurna 3-0.
Pelatih PSS Pieter Huistra mengatakan, kemenangan ini merupakan hasil dari pekerjaan keras yang dilakukan tim selama jeda FIFA Matchday lalu. Di mana selama tiga minggu tim pelatih berusaha untuk memperbaiki situasi dari pemain.
Baca Juga: Tergabung di Grup F Bersama Garudayaksa FC dan PSGC Ciamis, PSS Sleman Sambut Baik League Cup
"Semua bisa lihat sore ini tim main luar biasa," ucapnya usai pertandingan. Meski dalam jeda kompetisi lalu banyak pemain yang selalu ribut berdiskusi agar bisa menang, bagi Huistra perjuangan mereka tidak sia-sia.
"Kami tetap kerja, kami tetap berjuang untuk bisa perbaiki kondisi dari semua pemain dan kelihatan hari ini kami juga bisa main bagus. Kami juga ada performance bagus," bebernya.
Huistra menegaskan, kunci utama dari raihan tiga poin perdana ini tak lepas dari kehadiran dan suntikan energi luar biasa dari para suporter. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan para pendukung berhasil membakar semangat juang para pemain di lapangan.
"Kami tidak perlu ragu mengenai suporter yang selalu mendukung. Kami memang sangat membutuhkan momen di mana saatnya harus menang, dan suporter hadir memberikan dukungan langsung di stadion," ucapnya.
Ia menilai dukungan tak henti-hentinya dari suporter memberikan dorongan psikologis yang sangat besar bagi pemain. Baginya, para pemain merasa terpacu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya demi memberikan hasil manis bagi suporter yang mengawal perjuangan tim.
"Saat suporter datang ke stadion, kami bisa memanfaatkan energi itu. Pemain tahu ini pertandingan di mana semua harus memberikan 100 persen dan tampil maksimal," lontarnya.
Mantan pelatih Borneo FC itu juga menambahkan, tambahan tiga poin akan menjadi modal berharga bagi tim untuk menatap laga-laga berikutnya. Ke depan, Huistra berkomitmen untuk terus memoles performa skuad PSS agar makin konsisten dan kembali mempersembahkan kemenangan, terutama di kandang sendiri.
Baca Juga: Pieter Huistra Masih Yakin PSS Sleman Bisa Bersaing, Tak Merasa Ditinggalkan Pendukung Super Elja
Sementara itu, Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mengatakan, sebelum pertandingan, sebenarnya tim tahu PSS telah bermain tiga kali dan kalah di tiga pertandingan itu. Artinya, anak-anak Sleman akan bermain dengan sangat termotivasi, sangat bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan pertama.
"Kami banyak menekankan hal itu. Kami banyak membicarakan hal itu dengan para pemain kami, karena kami perlu menunjukkan bahwa kami harus menunjukkan agresivitas yang sama seperti Sleman," katanya.
Meski begitu, Darije mengaku timnya tidak bisa bermain agresif. Anak asuhnya memiliki masalah dalam penguasaan bola. "Saya harus memberi selamat kepada Sleman. Mereka pantas menang, dan kami harus beralih ke pertandingan berikutnya dan mencoba menunjukkan di sana bahwa kami bisa berbuat lebih baik," tegasnya.
Bek PSM Dusan Lagator mengatakan, sebenarnya laga ini berjalan sangat berat. Dalam persiapan para pemain telah berlatih dengan keras. Akan tetapi di pertandingan ini para pemain belum bisa memaksimalkan potensi yang ada.
"Kami tidak agresif seperti yang kami latih untuk itu. Saya dan semuanya, kami sangat kecewa, tetapi dari pertandingan berikutnya kami akan mencoba memberikan yang terbaik dan mulai mengambil poin untuk menang," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja