SLEMAN - Masa depan pelatih PSS Sleman Pieter Huistra ditentukan dalam laga melawan PSM Makassar pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (11/10) sore. Tiga kekalahan beruntun Super Elang Jawa membuat Sleman Fans meradang. Kemenangan harga mati bagi PSS.
Huistra sendiri memilih santai dan menyebut, pertandingan melawan PSM menjadi kesempatan bagi PSS untuk menunjukkan kualitas permainan dan kemampuan tim meraih kemenangan.
"PSM bukan tim yang bisa dengan mudah dikalahkan. Namun, jika ingin naik di klasemen, kami harus berusaha meraih kemenangan," ujarnya dalam konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (10/10).
Baca Juga: Usai Lima Tahun, Stece Kembali Juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D. I. Yogyakarta
Huistra menjelaskan, pembenahan selama jeda kompetisi berfokus pada dua aspek utama, yakni fisik dan taktik. Menurut dia, perkembangan sepak bola Indonesia membuat tuntutan taktik dalam pertandingan semakin kompleks dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Meski perlu menyesuaikan permainan dengan karakter lawan, Huistra menegaskan PSS tetap harus mempertahankan identitas permainannya sendiri. "Kami harus bisa beradaptasi dengan lawan, tetapi tetap berusaha memainkan sepak bola yang kami inginkan. Kami menyebutnya gaya Sleman dan ingin menampilkan permainan itu besok," jelasnya.
Gelandang muda Super Elja Dominikus Dion menyatakan, persiapan tim berjalan baik. Selama jeda kompetisi, para pemain menjalani program untuk meningkatkan kebugaran, memperkuat mental, dan mematangkan taktik.
Baca Juga: Atasi Kemarau Panjang, Guru Besar UGM Ingatkan untuk Memanen Air Hujan, Jangan Tergantung Dropping
Dion menyadari hasil tiga pertandingan sebelumnya belum sesuai harapan. Karena itu, dia menegaskan seluruh pemain berfokus untuk mengamankan tiga poin pertama bagi PSS musim ini.
"Kami sebagai pemain tetap fokus untuk pertandingan besok agar bisa mendapat tiga poin pertama bagi PSS Sleman," kata Dion.
Editor : Heru Pratomo