Mohon Doanya, Riko Simanjuntak Ungkap Kondisi Tim usai Kalah Tiga Kali Beruntun

Guntur Aga Tirtana • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 05:06 WIB

 

Riko Simanjuntak merayakan keberhasilan PSS Sleman naik kasta ke Super League setelah menundukkan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026) - GUNTUR AGA/RADAR JOGJA
Riko Simanjuntak merayakan keberhasilan PSS Sleman naik kasta ke Super League setelah menundukkan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026) - GUNTUR AGA/RADAR JOGJA

 

 

SLEMAN - Tiga kekalahan beruntun pada awal kompetisi Super League musim 2026/2027 menjadi saja menjadi pukulan telak bagi PSS Sleman. Situasi sulit tersebut tentu memantik respons dari dalam internal tim demi segera bangkit dari keterpurukan.

 

​Winger lincah PSS Sleman Riko Simanjuntak mengungkapkan, usai menjalani persiapan di jeda FIFA Matchday ini, sebenarnya para pemain berada dalam situasi yang tidak nyaman setelah Laskar Sembada mengawali Super League musim 2026/2027 dengan hasil kurang maksimal.

 

Oleh karena itu, lanjut Riko, pada jeda kompetisi selama hampir tiga pekan ini dimanfaatkan tim untuk menjalani latihan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Jude Bellingham: Harry Kane adalah pemain Terbaik Sepanjang Masa Timnas Inggris

Persiapan tersebut dilakukan sebagai upaya memperbaiki berbagai kekurangan sebelum menghadapi PSM Makassar di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (11/10) nanti. 

 

"Ini benar-benar latihan yang sangat keras di jeda kemarin. Kita ada tiga minggu untuk persiapan sebelum melawan PSM, dan tentunya teman-teman saya rasa sudah siap untuk membuktikannya nanti melawan PSM," jelasnya, Rabu (7/10). 

 

Riko menjelaskan, situasi sulit yang tengah dihadapi PSS Sleman membuat seluruh pemain memiliki motivasi besar untuk segera bangkit. Pemain yang berjuluk Si Kancil ini pun meminta dukungan dan doa dari suporter serta masyarakat Sleman agar tim bisa bersama-sama keluar dari kondisi tersebut.

 Baca Juga: PSIM Jogja Baru Raih Satu Poin, Van Gastel: Beberapa Pemain Baru Beda Kualitas dan Kebutuhan

"Mohon dukungan dan doa dari suporter dan masyarakat Sleman semua, agar kami bisa bersama-sama keluar dari situasi yang sulit ini. Karena ini benar-benar tidak nyaman tentunya, dan semua tidak ingin berada di posisi yang ini," ucapnya. 

 

Di sisi lain, Riko juga mengungkapkan jika selama jeda FIFA Matchday ini tim pelatih telah mengambil langkah tegas. Pendekatan personal hingga evaluasi taktikal terus digencarkan untuk membenahi performa PSS Sleman. 

 

"Coach Pieter sudah menerapkan ke kami dan dia juga sudah introspeksi. Secara personal dia (pelatih) sudah berbicara sama seluruh pemain, baik pendekatan individu maupun taktikal. Termasuk bagaimana meningkatkan chemistry antarpemain di jeda musim ini," ungkapnya. 

 Baca Juga: Antisipasi Luapan Saat Musim Hujan, Sungai Serang Kulon Progo Dinormalisasi Telan Biaya Rp 600 Juta

Riko mengatakan, status PSS Sleman yang baru saja promosi kembali ke kasta tertinggi dinilai menjadi tantangan tersendiri. Mantan pemain Persija Jakarta ini tidak memungkiri adanya proses transisi yang cukup berat akibat ketatnya persaingan dan tingginya tekanan di Super League.

 

Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun di level ini bisa berdampak fatal bagi hasil akhir pertandingan. "Kami tahu tekanan dan ketatnya persaingan di kasta teratas. Makanya coach berharap kami bisa cepat beradaptasi. Kita tidak bisa lagi melakukan kesalahan-kesalahan kecil, karena akibatnya sangat fatal. Itu yang betul-betul kita perbaiki," lontarnya. 

 Baca Juga: Bansos Digital Gunungkidul Siapkan 2.000 Agen, Lansia hingga Warga Gaptek Dibantu Akses Pendaftaran

Oleh karena itu, dalam situasi tersebut, ​Riko membeberkan, jika tak jarang sering terjadi gesekan dan perdebatan sengit sesama penggawa PSS Sleman. Namun, hal itu baginya merupakan bentuk keseriusan dan komitmen seluruh elemen tim untuk segera keluar dari zona merah.

 

"Sesama pemain banyak yang bentrok dalam artian sangat serius. Kadang ada ribut di lapangan saat latihan, di locker room juga banyak perdebatan. Tapi itu wajar, karena situasi ini membuat suasana jadi panas dan semua pemain punya keinginan kuat untuk keluar dari masa-masa sulit ini," tandasnya. (ayu).

 

Editor : Heru Pratomo
fifa matchday PSS laskar sembada PSS Sleman riko simanjuntak