Pieter Huistra Berharap Perjuangan Para Pemain PSS Sleman Terbayarkan

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:53 WIB
DONGKRAK PERFORMA: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra saat menggembleng fisik serta taktik para pemainnya di tengah jeda internasional FIFA Matchday. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
DONGKRAK PERFORMA: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra saat menggembleng fisik serta taktik para pemainnya di tengah jeda internasional FIFA Matchday. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

PSS Sleman memilih cara berbeda dalam memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday. Ketika mayoritas kontestan Super League memberikan waktu istirahat hingga sepekan kepada pemain, skuad Laskar Sembada justru hanya mendapat jatah libur dua hari.

Setelah itu, Cleberson Souza dan kawan-kawan kembali menjalani program latihan dengan intensitas tinggi. Kebijakan tersebut diambil tim pelatih untuk memaksimalkan jeda kompetisi sebagai momentum pembenahan, baik dari sisi fisik maupun taktik.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengatakan jeda FIFA Matchday menjadi periode penting untuk meningkatkan performa tim. Karena itu, pelatih asal Belanda tersebut tidak ingin anak asuhnya terlalu lama meninggalkan lapangan latihan.

Menurut Huistra, konsistensi latihan selama jeda kompetisi diperlukan agar kondisi fisik pemain sekaligus skema permainan tetap terjaga.

"Kami melakukannya berbeda dari tim lain yang memberi libur seminggu," ujar Huistra, Selasa (6/10).

Huistra menyadari keputusan memberikan waktu istirahat yang lebih singkat membuat para pemain harus bekerja lebih keras. Namun, ia menilai pengorbanan tersebut diperlukan demi mendapatkan hasil yang lebih baik ketika kompetisi kembali bergulir.

Baca Juga: Disdikpora Kulon Progo Akui Keliru Atur Royalti LKS, Bahan Ajar Digital Harusnya Gratis

Pelatih yang pernah menangani Borneo FC itu berharap kerja keras para pemain selama masa jeda tidak berakhir sia-sia. Ia ingin peningkatan yang didapat melalui latihan bisa diterjemahkan menjadi hasil positif dalam pertandingan.

"Bagi kami ini periode penting dan kami bekerja keras dalam dua minggu ini tanpa hari libur. Itu harus terbayarkan nanti," tegasnya.

PSS Sleman memang membutuhkan momentum tersebut untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki sejumlah aspek permainan. Setelah jeda FIFA Matchday berakhir, tuntutan terhadap skuad Laskar Sembada semakin besar untuk membuktikan hasil kerja keras selama masa persiapan.

Kini, Pieter Huistra berharap intensitas latihan yang dijalani Cleberson Souza dan kolega menjadi modal penting menghadapi pertandingan berikutnya.

Sebab, bagi PSS, kerja keras selama jeda kompetisi baru akan benar-benar berarti apabila mampu dikonversi menjadi kemenangan di lapangan.

 

Editor : Bahana.
fifa matchday laskar sembada PSS Sleman Super League pieter huistra