Luis De La Fuente Takjub Melihat Performa Lamine Yamal yang Selalu Mencetak Gol

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:45 WIB
Selebrasi Lamine Yamala setelah mencetak gol dalam kemenangan Spanyol atas Ceko di UEFA Nations League.
Selebrasi Lamine Yamala setelah mencetak gol dalam kemenangan Spanyol atas Ceko di UEFA Nations League.

RADAR JOGJA - Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente mengatakan bahwa Lamine Yamal sedang berada di jalur untuk menjadi seorang legenda setelah dibuat terpukau oleh gol terbaru pemain remaja itu dalam kemenangan 3-1 atas Ceko di ajang UEFA Nations League pada Minggu (4/10) dini hari WIB.

Yamal membuka keunggulan pada menit keenam lewat gol khasnya saat dia bergerak memotong ke tengah menggunakan kaki kiri lalu melesatkan bola ke sudut atas gawang, yang membawa Spanyol unggul tiga poin atas Inggris di puncak klasemen Grup A3.

Di pinggir lapangan, de la Fuente memegangi kepalanya dengan kedua tangan usai menyaksikan gol tersebut, lalu menoleh ke arah bangku cadangan dengan ekspresi tak percaya.

Baca Juga: Inggris Pesta Gol di Rijeka, Thomas Tuchel: Penampilan yang Sempurna

"Lamine tidak pernah berhenti mengejutkan kami, kita semua," ujar de la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan saat ditanya mengenai reaksinya terhadap gol tersebut.

"Dia memiliki bakat dan kualitas yang luar biasa. Dia masih punya banyak hal untuk diberikan kepada kami, dan perjalanan kariernya masih panjang sebelum kita melihat sosok Lamine yang terbaik, meskipun saat ini pun dia terus membuat kemajuan yang sangat pesat," imbuhnya.

Yamal tampil gemilang bersama Spanyol selama jeda internasional ini, mencetak empat gol dalam tiga pertandingan saat juara Piala Dunia tersebut mengawali kiprah di Nations League dengan tiga kemenangan.

Baca Juga: Ani Woro Nilai Sosok Sepnu Heryanto Jaga Pola Hidup dan Pemilih Menyendiri saat Jeda Syuting Mbangun

Ini adalah kali pertama pemain remaja tersebut mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut untuk Spanyol.

Total 19 kontribusi golnya baik untuk klub maupun tim nasional sejak 31 Agustus merupakan jumlah terbanyak yang dicatatkan oleh pemain mana pun dari klub di lima liga top Eropa dalam periode tersebut.

Gol pemain sayap Barcelona itu ke gawang Ceko juga melanjutkan tren mencetak gol cepat, setelah sebelumnya ia mencetak gol pada menit kedua saat melawan Inggris dan Kroasia dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Skotlandia Raih Kemenangan Perdana bersama Pocognoli, Taklukkan Makedonia Utara

Performa apiknya belakangan ini semakin memperkuat peluangnya untuk dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia saat penghargaan Ballon d'Or diberikan akhir bulan ini.

"Jika dia menjadi satu-satunya pemain Spanyol yang masuk nominasi Ballon d'Or, saya akan mengatakan ya, dia adalah yang terbaik di dunia," tambah de la Fuente.

"Dia melakukan segalanya dengan baik. Jika dia bukan yang terbaik, itu karena persaingan dengan pemain Spanyol lainnya; namun, dia jelas merupakan salah satu yang terbaik," imbuhnya.

Baca Juga: Yamal Cetak Gol Cepat Lagi, Spanyol Taklukkan Ceko di Oviedo

"Lamine sedang berada di jalur untuk menjadi seorang legenda," jelasnya.

Yamal, satu-satunya pemain Spanyol yang tampil sebagai starter dalam ketiga pertandingan pekan ini, ditarik keluar saat jeda babak ketika timnya unggul 2-0 berkat golnya sendiri dan gol dari rekan setimnya di Barca, Rodri.

Namun, Spanyol kesulitan mempertahankan ritme permainan di babak kedua tanpa Yamal, dan gol Jiri Slama untuk Ceko membuat akhir pertandingan menjadi menegangkan.

Baca Juga: Kroasia 0-7 Inggris, Vatreni Alami Kekalahan Terbesar, Bilic: Hilang Fokus Massal

Gol Ryan Naderi sempat dianulir karena offside sebelum Mikel Merino memastikan kemenangan lewat gol telat lainnya untuk negaranya, tak lama setelah pemain tim tamu, Ladislav Krejci, diusir keluar lapangan.

"Babak pertama berjalan sangat baik, tetapi babak kedua tidak," aku de la Fuente.

"Pergantian pemain juga tidak terlalu membantu. Sikap semua pemain bagus, tetapi ketika Anda terus memasukkan pemain pengganti, hal itu tidak membantu menjaga kesinambungan permainan," tegasnya.

Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Minggu, 4 Oktober 2026

"Lagipula, menjalani empat pertandingan dalam 10 hari itu berat. Hari ini tujuannya adalah meraih kemenangan dan menampilkan performa yang bagus, tetapi juga menjaga kondisi para pemain," pungkasnya.

Spanyol akan bertandang ke Kroasia untuk pertandingan terakhir dalam jeda internasional kali ini, sementara laga-laga pamungkas Grup A3 melawan Inggris dan Ceko dijadwalkan pada bulan November.

Editor : Satria Putra Sejati
Luis de la Fuente lamine yamal spanyol ceko uefa nations league