Prancis vs Italia, Reuni Zidane dengan Azzurri setelah Insiden Final Piala Dunia 2006

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:47 WIB
Aksi Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006 tetap menjadi momen yang ikonik.
Aksi Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006 tetap menjadi momen yang ikonik.

RADAR JOGJA - Dua puluh tahun setelah diusir keluar lapangan pada final Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane akan kembali menghadapi Italia pada Sabtu (3/10) dini hari WIB. Kali ini ia hadir dengan setelan jas sebagai pelatih Prancis.

Di pengujung babak perpanjangan waktu pada final tahun 2006 di Berlin, bintang Prancis, Zidane, menghantamkan sundulan keras ke dada bek Italia, Marco Materazzi. Benturan itu membuat Materazzi terpelanting ke belakang, dan karier gemilang Zidane pun berakhir dengan kartu merah.

Meski dua dekade telah berlalu, insiden sundulan tersebut tetap menjadi salah satu momen sepak bola yang paling ikonik dan sering diperbincangkan.

Baca Juga: Ousmane Dembele Tepis Kabar Perselisihan dengan Kylian Mbappe

"Gambar-gambar itu selalu mengingatkan saya pada kejadian tersebut. Tayangannya diputar berulang kali," ujar Zidane dalam konferensi pers pra-pertandingan.

"Namun untungnya, bukan hanya itu yang pernah saya lakukan. Ada pula gambar lain yang lebih indah," imbuhnya.

Zidane mengaku tetap tidak menyesali perbuatannya.

Baca Juga: Yunani 2-2 Belanda, Winger Arsenal Cristos Tzolis Tertatih-tatih Keluar Lapangan

"Itu bukan penyesalan. Itu bagian dari perjalanan karier saya. Saya tidak bangga dengan kejadian itu, tetapi kita tidak bisa selalu melakukan hal-hal baik saja," ujarnya.

"Kita semua menjalani perjalanan hidup, di mana terkadang kita melakukan hal-hal yang bukan merupakan tindakan terbaik. Namun kini, yang terpenting adalah apa yang akan terjadi selanjutnya," jelasnya.

Zidane tidak pernah lagi bermain setelah final 2006 dan pada saat itu, ia mengira momen tersebut akan menjadi hal terakhir yang diingat orang tentang kiprahnya bersama Prancis.

Baca Juga: Wales Raih Kemenangan Pertama di Tahun 2026 dengan Mengalahkan Norwegia, Heggem Kartu Merah

"Ya, karena saat itu saya tidak tahu bahwa saya akan menjadi pelatih. Jadi bagi saya, itu adalah akhirnya, dan bisa saya katakan situasinya sangat, sangat sulit," kenang Zidane.

"Saya siap untuk kembali dan melatih tim Prancis; saya ingin memberikan segalanya yang saya miliki," tegasnya.

Ia tidak pernah lagi berbicara dengan Materazzi sejak saat itu.

Baca Juga: Jerman 2-0 Serbia, Jurgen Klopp Amankan Kemenangan Perdana bersama Die Mannschaft, Wirtz Satu Gol

"Tidak. Sama sekali tidak," ungkapnya.

Zidane telah memenangkan dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih dalam laga tandang, yakni dengan skor 1-0 saat melawan Turki dan Belgia.

Pertandingan UEFA Nations League pada Sabtu (3/10) di Stade de France akan menjadi laga kandang pertamanya sejak mengambil alih Les Bleus.

Baca Juga: Portugal Lanjutkan Tren Kemenangan di tengah Drama Cristiano Ronaldo yang Tinggalkan Skuad

"Ini momen yang sangat emosional," tambah Zidane. "Kami siap untuk pertandingan ketiga ini, kami telah bersiap dengan baik, dan tidak ada masalah khusus. Kami akan berusaha meraih kemenangan di hadapan para pendukung kami," tambahnya.

Editor : Satria Putra Sejati
final piala dunia 2006 italia Prancis zinedine zidane uefa nations league