RADAR JOGJA - Jurgen Klopp mengatakan ia akan menunggu perkembangan situasi sebelum berkomentar mengenai pengumuman Liga Inggris yang menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan.
Dakwaan tersebut mencakup periode antara tahun 2009 dan 2018, masa jabatan Klopp di Liverpool beririsan dengan kurun waktu saat City dinyatakan melanggar aturan.
Namun, menjelang pertandingan Jerman melawan Serbia di UEFA Nations League, Klopp tampak lebih memilih membiarkan rekam jejaknya di Merseyside yang berbicara, alih-alih berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Laris Manis, Panen Raya Semangka di Kebumen Dibeli Dapur MBG hingga Dikirim ke Jakarta
"Saya tidak terlalu memikirkannya, meskipun tentu saja saya sudah melihat beritanya," ujar Klopp.
"Jika ada sanksi yang dijatuhkan, tentu saja hal itu tidak ada kaitannya dengan saya, dan itulah sebabnya saya menunggu untuk melihat bagaimana perkembangannya. Namun, jika bicara soal proses hukum yang sudah berlangsung begitu lama, saya berasumsi akan ada banding atau semacamnya, bukan? Tentu saja hal itu akan memakan waktu yang sangat lama lagi," imbuhnya.
"Jadi, saya sama sekali belum bersiap untuk menghadapi hal itu dan saya tidak memiliki perasaan khusus mengenainya," jelasnya.
Baca Juga: Jawa Pos Radar Jogja Kamis, 1 Oktober 2026
Manchester City, yang menjuarai Liga Inggris tiga kali antara tahun 2009 dan 2018, telah membantah semua dakwaan tersebut dan berencana mengajukan banding atas putusan itu.
Mengenai rival lamanya sekaligus pelatih Manchester City, Pep Guardiola, Klopp berkata: "Saya juga ingat apa yang pernah saya katakan sebelumnya, bahwa jika suatu saat nanti ada parade juara, saya akan hadir di sana. Namun, rasanya tidak seperti itu lagi sekarang."
"Rasa hormat saya terhadap Pep Guardiola dan gaya permainan City saat kami saling berhadapan, terlalu besar bagi saya untuk berkomentar apa pun saat ini."
Baca Juga: Jadwal Honda DBL With Kopi Good Day 2026 Yogyakarta pada Kamis 1 Oktober, Empat Laga Seru di GOR UNY
Klopp juga enggan membocorkan siapa yang akan menjadi kapten Jerman dalam laga Nations League ini, pertandingan ketiganya sebagai pelatih tim nasional.
Pelatih baru Jerman ini menangani skuad yang benar-benar baru setelah ia memilih dua kelompok pemain berbeda untuk empat pertandingan dalam jeda internasional kali ini.
Dengan kapten reguler Joshua Kimmich yang diizinkan meninggalkan pemusatan latihan setelah tampil dalam hasil imbang 1-1 melawan Belanda dan kekalahan mengejutkan di kandang dari Yunani, Klopp harus memutuskan siapa yang akan mengenakan ban kapten dalam laga di Munich ini.
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Sudah Fokuskan Tim Lawan PSM Makassar
"Tim akan dipimpin masuk ke lapangan besok oleh pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak," ujar Klopp.
Terlepas dari masalah kapten, Klopp memberi isyarat bahwa kiper Bayern Munich, Jonas Urbig, akan bermain di stadion kandangnya, Allianz Arena.
"Silakan saja bertanya 'siapa kandidat kaptennya,' tapi saya tidak akan mengungkap susunan pemain utama sekarang. Kalian bisa mencarinya sendiri," kata Klopp.
Baca Juga: Salurkan Rp 2,7 Miliar, Buruh dan Petani Tembakau di Kebumen Terima Rp 600 Ribu untuk Dua Bulan
"Saya hanya bisa mengatakan bahwa Jonas Urbig tidak akan mengenakan ban kapten dalam pertandingan internasional pertamanya," tegasnya.
Jerman belum pernah menang dalam empat pertandingan terakhir, namun Serbia juga sedang menjalani tren performa yang sama buruknya.
Serbia telah kalah dalam kedua pertandingan Nations League dengan skor 2-1, masing-masing melawan Belanda dan Yunani, setelah sebelumnya menelan kekalahan telak dari Tanjung Verde dan Meksiko pada musim panas lalu.
Baca Juga: Askab PSSI Sleman Gandeng Carrick Rangers FC, Pesepakbola Muda Sleman Disiapkan Go Internasional
Setelah pertandingan melawan Serbia pada Jumat (2/10) dini hari WIB, Jerman akan menutup rangkaian laga UEFA Nations League untuk jeda internasional bulan September/Oktober dengan pertandingan kedua melawan Yunani, kali ini di Thessaloniki pada tanggal 5 Oktober.
Editor : Satria Putra Sejati