Manu Kone Terkesima dengan Kemampuan Zidane dalam Sesi Latihan Timnas Prancis

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:17 WIB
Sesi latian perdana Zidane bersama Tim nasional Prancis
Sesi latian perdana Zidane bersama Tim nasional Prancis

RADAR JOGJA - Gelandang Prancis, Manu Kone merasa seolah sedang bermimpi ketika pelatih baru Zinedine Zidane turun langsung mengenakan sepatu bola untuk ikut serta dalam sesi latihan.

Sebagai sosok yang bisa dibilang playmaker terbaik dunia di masa kejayaannya, Zidane tampak sangat menikmati perannya saat melepaskan berbagai jenis operan dan umpan silang akurat kepada para pemainnya yang dibuat takjub.

"Hal yang membuat saya terkesima pada minggu pertama latihan adalah variasi kemampuan teknisnya. Kemampuannya sama sekali tidak memudar," ujar Kone.

Baca Juga: Jawa Pos Radar Jogja Kamis, 1 Oktober 2026

"Menyaksikannya secara langsung sungguh luar biasa, terutama mengingat usianya saat ini," tambahnya.

"Memang benar saya masih kecil saat dia berada di penghujung kariernya. Melihat dia masih memiliki teknik seperti itu sekarang, pastilah kemampuannya luar biasa hebat di masa jayanya dulu," jelasnya.

Dua gol Zidane dalam kemenangan di final Piala Dunia 1998 melawan Brasil menjadikannya bintang besar dalam sekejap.

Baca Juga: Jadwal Honda DBL With Kopi Good Day 2026 Yogyakarta pada Kamis 1 Oktober, Empat Laga Seru di GOR UNY

Wajahnya bahkan ditampilkan secara ikonik di Arc de Triomphe, Paris, saat seluruh bangsa merayakan kemenangan tersebut.

Dia kemudian meraih penghargaan Ballon d'Or, dan dua tahun berselang, performa gemilangnya membawa Les Bleus meraih kejayaan lebih lanjut di Kejuaraan Eropa.

"Senang rasanya dilatih oleh Zidane, seorang legenda dunia. Dia meminta saya bermain lepas dan memberikan saya kepercayaan diri," ujar Kone. 

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Sudah Fokuskan Tim Lawan PSM Makassar 

"Dia adalah seorang gelandang, jadi sebagai sesama gelandang, saya menyimak semua arahannya dan banyak belajar darinya. Dia banyak memberi masukan soal posisi bermain saya dan memberikan tanggung jawab lebih besar," tegasnya.

Penampilan terakhir Zidane untuk Prancis terjadi di final Piala Dunia 2006, yang berakhir dengan kekalahan adu penalti melawan Italia.

Meskipun Zidane diusir keluar lapangan pada babak perpanjangan waktu akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat Prancis sedang mendominasi permainan, hal itu tidak mengurangi popularitasnya di mata para penggemar sepak bola Prancis.

Baca Juga: Salurkan Rp 2,7 Miliar, Buruh dan Petani Tembakau di Kebumen Terima Rp 600 Ribu untuk Dua Bulan

Sejak kedatangannya, Zidane terus menjadi pusat perhatian, bahkan lebih daripada beberapa bintang yang ada di dalam skuad asuhannya.

"Kita tidak perlu heran; kita hanya bisa memberikan apresiasi atas perjalanan kariernya," kata Kone.

"Kita akan melihatnya nanti, sambutan meriah yang akan ia terima saat melawan Italia (di UEFA Nations League)," pungkasnya.

Baca Juga: Askab PSSI Sleman Gandeng Carrick Rangers FC, Pesepakbola Muda Sleman Disiapkan Go Internasional 

Zidane menempatkan Kone sebagai gelandang tengah dalam kemenangan 1-0 atas Turki pekan lalu dimana peran tersebut mengharuskannya lebih banyak bermain di depan lini pertahanan untuk melindunginya, dengan ruang gerak terbatas untuk ikut menyerang ke depan.

Editor : Satria Putra Sejati
manu kone Prancis zinedine zidane Les Blues uefa nations league