Pemain PSIM Jogja Ondrej Rudzan tak puas dengan permainan timnya setelah menjalani tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027.
Menurutnya, evaluasi PSIM tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik pemain, tetapi juga menyangkut kombinasi permainan hingga terlalu mudah kehilangan bola.
Rudzan menjadi salah satu rekrutan baru yang langsung mendapat kepercayaan dari pelatih Jean Paul Van Gastel. Pemain asal Republik Ceko itu selalu tampil sebagai starter dalam tiga laga awal PSIM, masing-masing ketika menghadapi Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, dan Madura United.
Baca Juga: HB X Minta Pemkot Jogja Wajibkan Setiap Toko di Malioboro Miliki APAR, Antisipasi Kebakaran
Dari tiga pertandingan tersebut, PSIM baru mengoleksi satu poin. Laskar Mataram bermain imbang 1-1 melawan Persita, kemudian kalah 0-1 dari Persebaya dan takluk 1-2 ketika bertandang ke markas Madura United. Rangkaian hasil itu kemudian menjadi bahan evaluasi selama jeda kompetisi. Rudzan menilai persoalan yang dihadapi PSIM tidak bisa hanya dilihat dari sisi fisik.
Menurutnya, permainan tim masih perlu diperbaiki terutama dalam menjaga penguasaan bola, membangun kombinasi, serta mengatur perubahan ritme permainan.
"Kami harus memperbaiki karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola," kata Rudzan, Rabu (30/9).
Baca Juga: PSIM Jogja Baru Peroleh Satu Poin, Van Gastel Keluhkan Jadwal Gila selama Oktober
Bek berusia 28 tahun tersebut juga menilai PSIM perlu meningkatkan kualitas permainan ketika membangun serangan maupun saat bertahan. Perbaikan itu dinilainya penting karena pertandingan berikutnya akan menghadirkan tantangan yang serupa.
"Kami harus tampil lebih baik dalam kombinasi permainan, lebih sering mengubah ritme, serta meningkatkan performa di area penyerangan maupun pertahanan," ujarnya.
Sebelumnya, Rudzan mengakui gaya permainan Van Gastel memberikan pengalaman berbeda dibandingkan yang pernah dia rasakan sebelumnya di Eropa. Ia memilih untuk terbuka terhadap pendekatan tersebut dan berusaha menyesuaikan diri dengan instruksi pelatih.
Baca Juga: SMP Pangudi Luhur Comeback Dramatis, Taklukkan Olifant School dan Lanjut ke Fantastic Four
Di sisi lain, Rudzan juga tidak menjadikan kondisi fisik sebagai alasan utama dari hasil yang diraih PSIM. Setelah pertandingan pertama melawan Persita, dia sempat menyinggung tantangan cuaca panas di Jogja.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut dirasakan seluruh pemain. "Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya sama bagi semua pemain," tuturnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo