RADAR JOGJA - Pada akhirnya, seseorang akan kembali mengenakan nomor punggung 10 untuk Argentina setelah Lionel Messi memainkan pertandingan terakhirnya bagi tim nasional.
Siapa sosok tersebut dan kapan hal itu akan terjadi adalah pertanyaan yang tidak ingin dijawab secara terburu-buru oleh pelatih Lionel Scaloni.
Dengan belum ditentukannya siapa yang akan mengenakan jersey ikonik nomor 10, Argentina akan menghadapi ujian pertama di era pasca-Messi saat menjamu Bolivia dalam laga persahabatan pada Kamis (1/10) besok.
Baca Juga: Bos PSG, Nasser Al-Khelaifi: Saya Sama Sekali Tidak Berminat Menjadi Presiden FIFA
Sementara sang legenda berusia 39 tahun bersiap untuk pertandingan perpisahannya bersama Argentina pekan depan, pelatih Lionel Scaloni sudah menatap masa depan.
Menghadapi tantangan besar untuk menggantikan peran Messi, sang pelatih tetap bersikap pragmatis dan akan mencari cara untuk bermain dengan gaya yang berbeda.
"Untuk itulah pertandingan-pertandingan ini diadakan, untuk bereksperimen," ujar Scaloni.
"Meski demikian, gaya permainan utama kami tetap berpusat pada penguasaan bola. Dari situ, kita lihat bagaimana kami beradaptasi," imbuhnya.
Baca Juga: Spanyol 4-1 Kroasia, Rekor Tak Terkalahkan La Roja Menjadi 40 saat Lamine Yamal Brace
Scaloni memutuskan untuk menurunkan dua penyerang, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, secara bersamaan di lini depan, sebuah kombinasi taktis yang sebelumnya sempat ia hindari.
Pelatih yang sukses membawa timnya menjuarai Piala Dunia FIFA ini tidak secara eksplisit mengonfirmasi susunan pemain utama, namun Argentina diperkirakan akan menurunkan sebagian besar pemain yang tampil di final Piala Dunia melawan Spanyol, laga yang berakhir dengan kekalahan 1-0.
Perubahan yang diperkirakan terjadi antara lain Agustin Giay yang akan bermain sebagai bek kanan sejak awal, Exequiel Palacios menggantikan Enzo Fernandez yang sedang menjalani skorsing (akibat kartu merah di laga final), serta Valentín Barco yang akan mengisi posisi sebagai gelandang ketiga.
Nicolas Paz, yang saat ini bermain untuk klub Italia Como, akan mengambil alih tugas sebagai pengatur serangan (playmaker) selama absennya Messi.
Dalam konferensi pers, Scaloni mengonfirmasi bahwa untuk saat ini tidak ada pemain yang akan mengenakan nomor punggung 10, nomor yang dipakai Messi saat mengangkat trofi Piala Dunia 2022 dan sepanjang sebagian besar dari 207 penampilannya bersama Argentina.
Baca Juga: Ceko 0-2 Inggris, Harry Kane dan Anthony Gordon Kompak Cetak Gol
Pertandingan perpisahan Messi dijadwalkan pada 7 Oktober melawan Benin di Buenos Aires, dan ia tidak akan bermain dalam dua pertandingan pertama Argentina selama jeda internasional tersebut.
"Kami tidak berkewajiban untuk memberikannya kepada siapa pun dalam pertandingan-pertandingan ini, jadi kami tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun sampai laga perpisahan Leo," ujar sang pelatih.
"Rencananya, kelak akan ada yang mengenakannya, mengingat betapa istimewanya nomor tersebut. Kami hanya belum memutuskan siapa orangnya," tegasnya.
Messi mengumumkan akhir karier internasionalnya pada akhir Agustus. Dalam Piala Dunia terakhirnya, ia bermain dalam delapan pertandingan dan mencetak delapan gol.
Baca Juga: Merasa Tidak Produktif Padahal Seharian Sibuk? Ini Penyebabnya
Ia mengakhiri karier tim nasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina dengan koleksi 125 gol, di mana 21 di antaranya dicetak dalam turnamen Piala Dunia.
Scaloni dikabarkan hampir memperbarui kontraknya, yang akan berakhir pada 31 Desember.
"Yang terpenting adalah adanya keinginan tersebut," kata sang pelatih.
Baca Juga: Bentuk Kepedulian, Dapur MBG di Kebumen Droping 4.000 Liter Air Bersih
"Saya perlu mengambil jeda, melakukan evaluasi ulang, serta mencermati aspek teknis olahraga maupun aspek finansialnya. Saya perlu menganalisis apa yang akan dihadapi ke depannya. Pada akhirnya, kami antusias menyambut masa depan, dan semangat bersama itulah yang membuka jalan menuju kesepakatan," pungkasnya.
Sebelumnya, Scaloni sempat mengisyaratkan kemungkinan mundur setelah kekalahan di final Piala Dunia.
Namun, baru-baru ini ia bertemu dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina, Claudio Tapia, untuk menegosiasikan perpanjangan kontrak hingga Piala Dunia 2030, turnamen yang akan diselenggarakan bersama oleh Argentina.
Editor : Satria Putra Sejati