JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel kini tengah menjalani tahun kedua karir kepelatihannya bersama Laskar Mataram. Namun demikian, ia tidak melihat perannya di klub hanya sebatas mengurusi persoalan teknis tim di lapangan. Pelatih asal Belanda itu juga ingin ikut membantu PSIM berkembang secara bertahap, termasuk dari sisi struktur dan stabilitas organisasi klub.
Pandangan itu disampaikan Van Gastel setelah membawa Laskar Mataram finis di peringkat ke-11 BRI Super League 2025/2026, Van Gastel memilih melanjutkan pekerjaannya bersama PSIM untuk musim keduanya, di BRI Super League musim 2026/2027 saat ini.
Menurut Van Gastel, salah satu hal yang membuatnya nyaman bertahan adalah keinginannya melihat PSIM memiliki fondasi organisasi yang semakin stabil. Ia menilai manajemen dan pemilik klub memiliki kemauan untuk mengembangkan PSIM secara bertahap.
"Saya melihat klub ini stabil. Manajemen dan pemilik juga benar-benar berkeinginan membuat klub ini semakin stabil. Jadi dari titik itu PSIM bisa berkembang selangkah demi selangkah," kata Van Gastel, Senin (28/9).
Baca Juga: Tahun Kedua Nakhodai PSIM Jogja, Van Gastel Pilih Menunggu Pembuktian Skuad Barunya
Secara garis besar, Van Gastel pun merasa dirinya dapat mengambil bagian dalam proses tersebut. Baginya, perkembangan PSIM tidak hanya berkaitan dengan kualitas tim di lapangan, tetapi juga bagaimana struktur organisasi klub dibangun dan diperbaiki.
"Salah satu tugas saya di sini membantu mereka, selangkah demi selangkah, untuk meningkatkan seluruh bagian dari struktur organisasi," ujarnya.
Meski ingin terlibat dalam perkembangan klub secara lebih luas, Van Gastel tetap menyadari aspek sepak bola menjadi bagian utama dari pekerjaannya. Sebab, pada akhirnya performa tim dan hasil pertandingan tetap menjadi ukuran penting dalam sepak bola profesional.
"Bagian sepak bola tentu penting, karena pada akhirnya kami membutuhkan hasil," tegasnya.
Pandangan itu turut menjadi salah satu alasan Van Gastel memilih melanjutkan kariernya bersama PSIM. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru selama tinggal di Indonesia, baik dalam kehidupan sepak bola maupun kehidupan pribadinya.
Baca Juga: Telah Kembali Latihan, PSIM Jogja Fokus Benahi Kekurangan
Van Gastel juga menikmati kesempatan bertemu dengan orang-orang baru dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Pengalaman tersebut membuatnya melihat perjalanan bersama PSIM bukan semata-mata sebagai pekerjaan di lapangan.
"Bagi saya, ini adalah sebuah pembelajaran. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa saya sekarang bersama PSIM," tuturnya.
Memasuki musim kedua, Van Gastel menghadapi tantangan baru bersama Laskar Mataram. PSIM mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan. PSIM bermain imbang 1-1 melawan Persita, kemudian kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya dan 1-2 dari Madura United.
Setelah menjalani jeda kompetisi, PSIM kembali berlatih pada 27 September. Laskar Mataram memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum kembali bertanding menghadapi Persija Jakarta pada 10 Oktober mendatang. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja