Komentar Javier Tebas atas Kasus Manchester City: Aturan yang Sama untuk Semua Sangat Penting

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:43 WIB
Presidek La Liga, Javier Tebas.
Presidek La Liga, Javier Tebas.

RADAR JOGJA - Presiden La Liga, Javier Tebas menyatakan bahwa pertarungan hukum Manchester City melawan Liga Inggris menunjukkan mengapa 'aturan yang sama untuk semua' sangat penting demi menjaga integritas dan keberlanjutan sepak bola.

The Citizens diperkirakan akan dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan pelanggaran keuangan dalam kasus hukum dengan Liga Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, Manchester City tidak membantah vonis bersalah tersebut dan menyatakan bahwa proses hukum masih berlangsung.

Baca Juga: Demi Uang Jajan, Siswa di Magelang Aniaya Gurunya dengan Linggis

The Athletic pertama kali melaporkan pada hari Jumat bahwa The Citizens telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan oleh panel independen.

Pada tahun 2020, Manchester City berhasil membatalkan sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun dari UEFA melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), setelah sebelumnya dinyatakan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) badan sepak bola tersebut.

Tebas sebelumnya pernah angkat bicara menentang apa yang disebutnya sebagai doping finansial dalam sepak bola Eropa.

Baca Juga: Timnas Belanda dan Liverpool Menanti Kabar Terbaru Cedera Ankle Cody Gakpo

Dalam sebuah unggahan panjang di platform X, Tebas mengulas kembali pernyataan-pernyataan yang pernah ia sampaikan saat acara Soccerex di Manchester pada bulan September 2017.

Tebas juga menyebut putusan CAS tersebut sebagai keputusan yang sangat keliru yang sangat merusak kredibilitas sistem pengendalian ekonomi sepak bola Eropa, serta kembali menegaskan bahwa aturan yang sama harus berlaku bagi semua klub.

"Keberlanjutan ekonomi bukanlah sekadar birokrasi. Pengendalian keuangan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada keinginan sesaat," ujarnya.

Baca Juga: Semarak 'Yogayakarta', Momen Warga Jogja Kampanyekan Pola Hidup Sehat di Car Free Day

"Dan berpendapat bahwa klub seharusnya bersaing terutama dengan sumber daya yang mampu mereka hasilkan sendiri, tidak berarti menentang klub tertentu. Ini adalah soal mempertahankan sebuah model."

"Sebuah model di mana kesuksesan olahraga tidak bergantung pada siapa yang memiliki dukungan finansial terkuat di belakangnya, melainkan pada siapa yang mengelola dengan paling baik, menghasilkan lebih banyak sumber daya, membangun tim yang lebih hebat, serta mematuhi aturan yang sama seperti klub-klub lainnya."

"Mempertahankan sikap ini telah membuat saya menuai banyak kritik dan tak sedikit pusing kepala. Namun, pandangan saya tetap sama persis seperti saat di Manchester pada tahun 2017.

Baca Juga: Kasus Penyabetan Guru Pakai Parang di Turi Sleman, Satu Orang Resmi Jadi Tersangka

"Ada prinsip-prinsip yang layak diperjuangkan, meskipun harus dibayar dengan harga tertentu. Dan bagi saya, prinsip ini adalah salah satunya.

"Kini, hampir sembilan tahun setelah pernyataan di Soccerex itu, sebuah komisi independen Liga Inggris menyatakan bahwa 114 dari 115 pelanggaran keuangan yang dituduhkan kepada Manchester City telah terbukti, sebagaimana tercantum dalam laporan yang dipublikasikan.

"Perjalanan masih panjang. Sanksi yang akan dijatuhkan belum diketahui, dan prosesnya pun belum usai. Namun, apa yang terjadi sekali lagi menunjukkan mengapa pengendalian ekonomi, transparansi, dan aturan yang setara bagi semua pihak sangatlah penting demi menjaga integritas serta keberlangsungan sepak bola."

Baca Juga: Jerman 1-0 Yunani, Jurgen Klopp: Bagian dari Proses

"Kami akan terus mempertahankan prinsip-prinsip tersebut. Sama seperti pada tahun 2017."

Editor : Satria Putra Sejati
liga inggris presiden la liga manchester city javier tebas